Cara Mengatasi Berat Badan Kurang Pada Anak Dan Balita

Kesehatan anak – Pertumbuhan dan perkembangan tubuh merupakan salah satu indikator kesehatan utama pada anak dan balita. Pada umumnya, balita berusia 24 bulan ke atas mengalami pertumbuhan yang cukup stabil dan konsisten. Tapi, jika anda merasa pertumbuhan balita anda lambat, stagnan, dan bahkan menurun, ada baiknya anda konsultasikan ke posyandu dan dokter agar mengetahui apa yang harus dilakukan ketika berat badan anak turun.

solusi-mengatasi-berat-badan-kurang-pada-anak-dan-balita

Penyebab berat badan kurang pada balita

Dokter bisa memastikan apakah berat badan balita masih tergolong normal atau tidak. Beberapa anak mempunyai tubuh yang kurus secara alami karena faktor genetik dari orang tuanya. Selain itu, ada juga beberapa faktor lain yang penyebab berat badan kurang pada balita seperti:

  • Balita sangat aktif atau mempunyai metabolisme yang cepat sehingga diperlukan banyak kalori untuk memenuhi kebutuhannya.
  • Mengalami cacingan sehingga penyerapan makanan dan nutrisi oleh tubuh tidak maksimal.
  • Defisiensi nutrisi tertentu seperti zat besi yang bisa mempengaruhi kebiasaan makan.
    Kebiasaan pilah-pilih makanan atau alergi makanan.
  • Sakit dan demam yang menyebabkan selera makan berkurang atau masalah kesehatan lainnya.

Pola makan sehat untuk balita

Selama tidak ada masalah kesehatan yang serius, anda tidak perlu terlalu cemas. Meningkatkan berat badan balita memang tidak mudah. Karena selain balita memang sangat aktif bergerak, mereka juga mempunyai kapasitas perut yang kecil. Kebutuhan kalori mereka mungkin tidak tercukupi dari makan 3x sehati.

Untuk itu, meningkatkan kalori tanpa menambah porsi makanan mereka merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan. Tapi, bukan berarti anda bisa bebas memberikan makanan tinggi kalori yang kurang sehat seperti minuman manis, permen, dan cake yang bisa merusak gigi. Tetapkan pola makan sehat yang mengandung gizi seimbang dengan memberikan makanan pokok, sayur, buah, ikan, susu, daging, dan lain sebagainya.

Meningkatkan kalori dari lemak
Berat Badan Kurang Pada Anak – Berdasarkan Institute of Medicine, balita berusia 1-3 tahun perlu mencukupi 30-40% kebutuhan kalorinya dari lemak. Beberapa vitamin juga hanya bisa dicerna oleh lemak. Susu murni dengan lemak utuh perlu diberikan sampai usia 2 tahun atau lebih jika anak anda mempunyai berat badan kurang.

Susu sapi murni atau air putih bisa diberikan setelah usia 12 bulan. Kandungan lemak pada produk susu bisa mulai diturunkan jika pertumbuhan anak normal dan nutrisinya sudah tercukupi. Sehingga diusia 5 tahun, mereka bisa mulai mengadopsi pola makan rendah lemak seperti orang dewasa. Tapi jika balita anda dinyatakan kurang berat badan, kalori bisa ditingkatkan dengan beberapa tips seperti:

  1. Menambahkan susu atau keju pada kentang dan roti.
  2. Menggunakan susu sebagai kuah sup sebagai ganti air biasa.
  3. Berikan makanan sumber lemak sehat sebagai snack seperti apokat atau pisang di sela-sela makan utama.
  4. Tidak memberikan terlalu banyak makanan tinggi serat seperti gandum utuh dan beras merah. Makanan ini bisa membuat anak merasa kenyang lebih lama dan akan kehilangan selera makan. Cukup kenalkan secara bertahap dan berikan sebagai sumber karbohidrat utama setelah anak berusia 5 tahun.
  5. Meskipun susu sangat penting diusia ini, pastikan anak tidak mendapat cairan yang berlebihan. Beberapa anak yang terlalu banyak minum akan makan lebih sedikit dan tidak mendapat kalori yang mereka butuhkan.
  6. Jika anak toleran terhadap laktosa atau alergi makanan tertentu, konsultasi dengan dokter agar kebutuhan nutrisi anak tetap tercukupi.

Suplemen dan vitamin tambahan untuk anak
Orang tua bisa bertanya dan berkonsultasi dengan dokter dan posyandu tentang apakah anak anda memerlukan suplemen dan vitamin tambahan atau tidak. Departemen kesehatan Amerika Serikat sendiri merekomendasikan agar anak usia 6 bulan sampai 5 tahun diberikan vitamin tetes A, C, dan D. Vitamin ini penting untuk anak dengan berat badan yang kurang dan yang kebutuhan nutrisinya tidak tercukupi.

Baca Juga : Suplemen Vitamin Herbal Yang Cocok Untuk Anak dan Balita

Mendapatkan tambahan vitamin bisa meningkatkan jumlah zat besi yang bisa diserap oleh tubuh balita, dan meningkatkan nafsu makannya. Meskipun demikian, suplemen zat besi tidak diperlukan kecuali jika direkomendasikan oleh dokter. Zat besi yang berlebihan justru bisa menghalangi penyerapan mineral lain, menyebabkan konstipasi, dan juga menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Dorong balita anda untuk tetap aktif bergerak
Berat badan kurang pada balita dan anak, bukanlah alasan untuk menghalangi mereka aktif bergerak. AKtivitas fisik ini justru akan membantu menguatkan tulang dan otot mereka. Konsultasikan kembali dengan dokter untuk mengetahui batasan aktivitas yang boleh mereka lakukan. Tidak lupa untuk terus merantau perkembangan anak selanjutnya. Semoga Bermanfaat:))

Ketahui Cara Awal Mendiagnosis Gejala Asma Pada Anak

Kesehatan anak – Asma merupakan peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran nafas yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang. Selain itu, jangan pernah meremehkan penyakit ini, karena bisa menyerang siapa saja, tidak mengenal usia. Yang berarti tidak terkecuali terjadi pada anak-anak. Untuk itu, penting bagi para orang tua mendiagnosis asma ketika anak-anak untuk memastikan perawatan yang tepat. Jika anda belum mengetahui bagaimana cara mendiagnosis asma pada anak, simak dibawah ini:

cara-mendiagnosis-gejala-asma-pada-anak

Pemeriksaan fisik
Ketika anak mengalami batuk dan kesulitan untuk bernafas di malam hari, sebaiknya anda sebagai orang tua harus segera berkonsultasi dengan dokter. Munculnya suara bersiul ketika bernafas bisa merupakan temuan umum asma. Melalui pemeriksaan, dokter akan memahami keparahan penyakit. Ini merupakan salah satu cara terbaik untuk mendiagnosis asma pada anak.

Gejala non-musiman
Alergi pollen umumnya keliru untuk asma. Sementara gejala serbuk sari terjadi musiman pada masa mekar dari setiap bunga tertentu. Perhatikan gejala yang sangat erta dan hati-hati untuk membuat diagnosis dini.

Sering melakukan infeksi saluran pernafasan
Infeksi pernafasan sering dianggap sebagai faktor resiko untuk pengembangan asma. Infeksi dan radang akan membuat jalan nafas tersumbat, menyebabkan anak kesulitan bernafas. Jadi, jika anak anda mengalami gejala demikian dan bersamaan dengan kseulitan bernafas, anda bisa mendiagnosis anak menderita asma.

Tes spirometri
Dengan spirometri, paru-paru anak diperiksa secara menyeluruh untuk menentukan kapasitas paru-paru. Ini merupakan metode analisis pernafasan yang bisa dilakukan untuk anak-anak di atas usia 5 tahun. Melalu tes ini, dokter bisa mendiagnosis asma dengan benar.

Baca Juga : Pengobatan Alami Asma Pada Anak

Dihembuskan oksida nitrat
Dengan dihembuskan uji oksida nitrat, anda bisa menemukan apakah anak mempunyai peradangan saluran nafas. Sebuah bagian mulut disimpan dan anak harus bernafas ke dalamnya. Nafas dihembuskan dan dikumpulkan kemudian diuji untuk tingkat oksida nitrat. Ini merupakan salah satu cara untuk mendiagnosis asma pada balita.

X-ray dada
Salah satu yang paling mudah dan sederhana untuk cara awal mendiagnosis asma pada anak ialah dengan mengambil x-ray dada. Hal ini bisa dilakukan oleh anak-anak dan orang dewasa. Untuk anak-anak diatas 5 tahum, dada x-ray merupakan metode diagnostis yang mudah dan bisa diandalkan untuk mendeteksi asma.

Itulah mungkin beberapa cara untuk mendiagnosa asma awal pada anak. Jika anda memiliki riwayat keluarga asma, maka kemungkinan lebih anak-anak anda juga bisa sama mengalami masalah asma. Jadi, perhatikan gejala awal asma pada anak-anak anda dan bantulah mereka untuk menjalani hidup yang lebih sehat. Semoga Bermanfaat:))

Solusi Ibu Menghadapi Anak Yang Suka Pilih-Pilih Makanan

Solusi Anak – Semua orang tua pasti akan dibuat pusing ketika anak balitanya suka memilah milih makanan. Anak-anak memang pintar sekali dalam memilih makanan apalagi itu makanan yang tergolong kurang sehat. Tapi, untuk para orang tua tidak usah khawatir karena kami akan memberikan solusi untuk anak yang suka pilih-pilih makanan. seperti:

solusi-mengatasi-anak-yang-suka-pilih-pilih-makanan

1. Berikan anak makanan semenarik mungkin
Memberikan makanan semenarik mungkin, maksudnya para orang tua mencoba memberikan makanan dengan model yang unik. Bagi para orang tua mungkin hal ini akan terlihat aneh, tapi bagi anak-anak hal ini bisa menjadi suatu hal yang menarik dan lucu, sehingga anak akan tertarik untuk mencoba. Seperti contoh buah yang disusun warna warni yang dibentuk seperti hewan, tumbuhan, atau sesuatu yang menarik. Untuk menghadapi anak yang suka pilih-pilih makanan, maka anda sebagai orang tua harus menyajikan makanan semenarik mungkin agar anak memiliki rasa ingin mencoba makanan tersebut.

2. Biarkan si kecil mengambil makanannya sendiri
Karena kebanyakan para ibu tidak membiarkan anak memakan sendiri dan selalu memberi makan pada anaknya dengan tujuan agar anak mendapatkan porsi makanan yang cukup. Tapi tidak ada salahnya untuk memberi kesempatan pada anak untuk mengambil sendiri makanannya. Biarkan anak memiliki rasa tanggung jawab atas dirinya sendiri, tapi yang terpenting bagi orangtua yakni harus tetap mengawasi apa yang ia ambil dan apa yang ia makan.

3. Coba teknik rantai makanan
Dengan teknik rangkai makanan, mengenalkan satu jenis makanan yang sama dengan dengan apa yang disukai anak sehingga anak akan ingin mencoba makanan yang sehat. Seperti misal anak anda sangat suka dengan kentang goreng, maka cobalah kenalkan anak dengan makanan yang rasanya mirip dengan kentang goreng, lalu kenalkan ia pada kentang tumbuk dan lama kelamaan ia akan meninggalkan kentang goreng.

4. Biarkan si kecil merasa lapar
Seseorang akan mencoba makan saja saat ia merasa lapar, begitu juga dengan seorang anak. Ia akan mencoba berbagai jenis makanan ringan saat si kecil sedang lapar. Untuk itu, sebaiknya para orang tua tidak memberikan makanan ringan ketika si kecil sedang lapar. Katakan pada anak untuk melakukan kegiatan lain sembari menunggu anda menyiapkan makanan untuknya.

5. Jangan menyalahkan diri sendiri
Anak anda pintar dalam memilih makanan itu bukanlah kesalahan orang tua. Sehingga banyak orang tua yang merasakan stress ketika si kecil pilih-pilih makanan. Cobalah untuk lebih rileks agar anda dan anak bisa menikmati waktu makan.

6. Mulai hari dengan sarapan sehat
Sejak dini, kenalkan buah hati anda tentang pentingnya sarapan pagi. Kemudian jangan lupa untuk menyiapkan sarapan yang sehat dengan menu makanan yang bergizi atau memilih makanan yang sehat sepanjang hari.

7. Konsultasi dengan ahli
Jika kebiasaan memilih-milih makanan sudah mengganggu kesehatan dan perkembangannya, maka anda orang tua harus berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter anak. Mereka akan membantu anda untuk mengakhiri akar dari permasalahan yang membuat anak suka pilih-pilih makanan.

Itulah mungkin beberapa cara atau solusi agar anak tidak pilih-pilih makanan. Dengan begitu kesehatan anak akan terjamin dan membuat anak tidak mudah sakit atau tidak kekurang nutrisi yang seharusnya dibutuhkan. Semoga bermanfaat:))

Langkah Awal Yang Efektif Mengatasi Mimisan Pada Anak

Kesehatan Anak – Tahukah anda jika anak ternyata lebih rentang mengeluarkan darah dari hidung (mimisan) dibandingkan orang dewasa. Mengapa demikian? karena pertumbuhan anak-anak ini masih tergolong rapuh. Dan ketika anak mengalami mimisan, orang tua sebaiknya tidak usah panik, karena sebagian besar kasus mimisan pada anak ini hanya disebabkan karena luka atau trauma pada lapisan mukosa hidung yang terdiri dari pembuluh-pembuluh darah halus.

Tapi jika pendarahan yang terjadi terus menerus bahkan sulit untuk dihentikan, sebaiknya langsung periksakan ke dokter, seperti dokter THT untuk menjalani pemeriksaan dan memastikan kelainan apa yang mungkin mendasari mimisan tersebut. Jika semuanya baik, maka mimisan tersebut mungkin terjadi karena bawaan pembuluh darah yang tipis/lebih lebar sehingga jika demam akan semakin lebar dan mudah robek.

Penyebab Terjadinya Mimisan Pada Anak

langkah-awal-mengatasi-mimisan-pada-anak

Penyebab mimisan pada anak diantaranya :

  1. Trauma / benturan, termasuk jika mengorek-ngorek hidung dengan terlalu berlebihan atau terlalu keras.
  2. Kelainan pembuluh darah lokal, biasanya bawaan, dimana pembuluh darah lebih lebar dan tipis, juga jaringan ikatnya lebih sedikit sehingga akan lebih mudah berdarah.
  3. Infeksi lokal pada rongga hidung.
  4. Karena penyakit tumor.
  5. Kelainan seperti darah tinggi, diabetes, dan juga masalah hati.
  6. Kelainan darah seperti hemofilia, penyakit von willebran.
  7. Kelainan kongenital atau bawaan seperti penyakit osler weber randu.
  8. Infeksi sistemik atau menyeluruh seperti demam berdarah.
  9. Gangguan hormon.
  10. Perubahan udara, udara yang kelembabannya rendah atau kering dan dingin.
  11. Demam, karena pada saat demam terjadi pelebaran pembuluh darah sehingga menjadi mudah robek dan mimisan.

Cara mengatasi mimisan pada anak

Cara Mengatasi Mimisan Pada Anak – Sebanyak 90% mimisan berhenti dengan sendirinya, dan 10% nya memerlukan tindakan khusus. Asal tidak terlambat mendapat penanganan, komplikasi berat bisa dihindari seperti syok sampai tak sadarkan diri, atau sampai mengalami anemia dan turunnya tekanan darah secara drastis. Dokter spesialis anak dari RS awal Bros Tangerang, Dr Robert Soetandio, SpA, MSi, Med, menyebutkan sejumlah tahapan pertolongan pertama pada anak yang mengalami mimisan, seperti:

  • Dudukkan anak, agar hidung lebih tinggi dari jantung. Jangan tidur terlentang karena aliran darah ke hidung bisa bertambah deras dan darah bisa tertelan ke belakang.
  • Bungkukkan badannya ke depan sedikit, lalu beri intruksi agar bernafas dari mulut.
    Tekang cuping hidung selama kurang lebih 5 menit.
  • Pada hidung anak bisa diberikan kompres dingin untuk memperlambat aliran darah ke hidung.
  • Jika setelah 5 menit mimisan belum juga berhenti, tekan lagi cuping hidung selama 10 menit.
  • Apabila masih tetap berdarah, bawa anak ke rumah sakit terdekat.
  • Dan jangan lupa, akan lebih baik lagi setelah melakukan pertolongan pertama, langsung segera konsultasi dengan dokter mengenai kondisi tersebut.

Jenis Permainan Yang Bisa Mencerdaskan Anak-Anak

Kesehatan Anak | Permainan Cerdas Untuk Anak – Jangan pernah mengganggap remeh kegiatan bermain pada anak, karena banyak hal yang bisa dia pelajari dari bermain tersebut. Bahkan sejak dari dalam kandungan pun kita sebagai orang tua pastinya sudah mengajak mereka bermain sebagai rangsangan awal.

Saat si kecil mulai bertumbuh besar, rangsangan bermainapun terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motoriknya. Dan agar lebih menyenangkan, rangsangan itu dilakukan rutin dalam suasana yang nyaman dan penuh kasih sayang. Ini berguna agar semua panca inderanya berkembang dan mersangsang pembentukan sel-sel otaknya.

jenis-permainan-yang-bisa-mencerdaskan-anak

Permainan yang membuat anak cerdas bisa anda berikan tanpa mengeluarkan biaya yang mahal. Karena yang terpenting ialah meningkatkan keakraban anda dengan si kecil. Di bawah ini ada beberapa contoh permainan yang bisa dilakukan dengan anak seperti:

1. Balok bangunan
Bermain membuat dan membangun rumah atau bentuk lain dari balok, bisa membantu dan melatih otot motorik halus dan kecerdasan si kecil bahkan sekaligus mengasah imajinasi anak. Agar lebih menarik, anda bisa menyusun balok menjadi sebuah bentuk dan meminta si kecil untuk membuat hal yang sama. Dan jika balok tersebut runtuh, beri semangat anak untuk membangunnya kembali.

2. Puzzle
Permainan ini bisa merangsang kecerdasan anak melalui poblem solving. Dengan memasang bagian-bagian puzzle , si kecil bisa belajar tentang gambar. Dan ketika puzzle sudah selesai, coba lakukan kembali untuk melatih kemampuan kognitifnya. Kognitif sendiri merupakan kemampuan berpikir dan memberikan rasional, termasuk proses mengingat, menilai, orientasi, persepsi, dan juga memperhatikan. Saat mereka berhasil, kasihlah mereka apresiasi seperti bentuk pujian untuk membangun percaya diri si kecil. Permainan ini bisa mengasah dan memberikan stimulasi pada motorik halus anak.

3. Bola keranjang
Sama seperti bola basket tetapi dengan alat yang bisa ditemukan di sekitar rumah. Coba ambil keranjang pakaian dan simpan agak jauh, lalu bersama-sama lemparkan bola tersebut ke dalam keranjang. Lakukan juga dengan sistem skor dan buat kompetisi kecil. Permainan ini untuk melatih indra melihat anak sekaligus melatih sportivitasnya.

4. Marco-polo
Permainan ini berguna untuk melatih indera pendengaran si kecil. Caranya dengan menutup mata anak, dan suruh untuk teriak, marco? dan anda harus menjawab, polo? dengan mendengar suara anda, si kecil bisa menemukan posisi dimana anda berdiri. Jika berhasil, ulangi lagi dengan posisi yang berubah.

Jadi selain stimulasi yang anda berikan, faktor nutrisi juga berperan dalam mendukung konsentrasi, daya ingat, dan problem solving. Dan salah satu sumber nutrisi yang penting bagi si kecil ini berasal dari sayur dan buah karena mengandung tinggi serat, vitamin, dan mineral. Selamat Mencoba Semoga Bermanfaat:))

Langkah Menjaga Kesehatan Anak Yang Akan Mulai Bersekolah

Menjaga Kesehatan Anak | Ketika seorang anak berkontak dengan kuman dalam jumlah yang cukup banyak, ditambah dengan daya tahan tubuh yang sedang menurun, maka kemungkinan besar yang akan terjadi yaitu penyakit infeksi. Ketika terserang penyakit infeksi, gangguan kesehatan yang terjadi pun bisa memaksa seseorang untuk hanya mampu terkulai lemas di rumah dengan aktivitas yang terganggu. Bagaimana jika hal itu terjadi pada anak-anak? dan menjadikan kesehatan anak berkurang? tentunya ini akan membuat para orang tua menjadi cemas.

Penyakit infeksi ini bisa ditemui dimana saja termasuk ketika anak sedang berada di sekolah. Banyaknya anak-anak yang saling berkontak erat seperti saling bercanda tawa, saling bersentuhan, saling tukar menukar makanan atau minuman, bermain disembarang tempat, atau bahkan jajan sembarangan, bisa menjadi salah satu resiko mudahnya penyebaran kuman pada sang buah hati. Belum lagi jika buah hati bertemu dengan temannya yang sedang sakit, atau ada temannya yang belum bisa menjalankan kebiasaan diri yang sehat.

Untuk itu, sangat penting bagi para orang tua untuk mempersiapkan persiapan anak sebelum mereka mulai bersekolah. Imunisasi atau vaksinasi bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi kejadian penyakit infeksi yang bisa dicegah seperti hepatitis B, campak, polio, difteri, pertusis, tetanus dan lain sebagainya. Insiden beberapa macam penyakit infeksi pada masa kanak-kanak tersebut akan sangat berkurang jika semua anak yang memasuki usia sekolah memperoleh imunisasi secara lengkap.

menjaga-kesehatan-anak-menjelang-sekolah

Anak Akan Mulai Bersekolah? Jaga kesehatannya dengan langkah berikut ini!!!

Jika cakupan vaksinasi penyakit tertentu telah meliputi seluruh anak Indonesia, keadaan ideal ini bisa diikuti dengan menghilangnya penyakit tersebut sama sekali sampai tidak ada lagi anak-anak yang mengalaminya. Untuk itu, sangat disarankan untuk melengkapi vaksinasi yang didapat oleh anak.

Salah satu cara yang lainnya yang juga penting dalam menjaga kesehatan anak adalah praktik pola hidup bersih dan sehat. Cuci tangan juga merupakan salah satu cara utama dan terbaik untuk mengontrol dan mengurangi kejadian bermacam penyakit infeksi seperti infeksi saluran cerna dan infeksi saluran napas. Ajarkan anak untuk mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menjangkau seluruh area tangan, dan dalam melakukannya pun jangan terburu-buru. Waktu yang tepat untuk melakukan cuci tangan ialah:
** Saat sebelum makan
** Saat setelah menggunakan toilet
** Saa setelah bermain

Baca Juga : Cara Mudah Menjaga Kesehatan Anak Dengan Cuci Tangan

Cara mencuci tangan dengan baik dan benar harus diajarkan pada anak sedini mungkin. Karena cuci tangan menggunakan sabun menjadi cara tunggal yang terpenting untuk mempertahankan kesehatan tubuh dari penyebaran berbagai penyakit infeksi. Tangan yang tidak dicuci dengan bersih bisa menjadi pembawa berbagai macam infeksi pada tubuh. Semoga Bermanfaat:))

Masalah Kesehatan Anak Dengan Keterbelakangan Mental

Gangguan Kesehatan Anak | Setiap orang tentunya menginginkan kondisi tubuh yang sehat dan kuat. Saat kondisi tubuh mulai menurun maka segala cara pasti akan dilakukan untuk mengatasinya. Gaya hidup sehat dan juga pola makan yang teratur adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya berbagai masalah kesehatan. Menjaga kesehatan ini merupakan salah satu hal yang paling penting untuk menunjang segala aktivitas tubuh.

Seperti hal nya kesehatan seorang wanita pada saat hamil akan berpengaruh pada perkembangan dan kesehatan anak yang akan dilahirkan. Kondisi ibu hamil yang sehat akan sangat berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan dan begitupun sebaliknya. Sebenarnya menjaga kesehatan selama hamil sangat mudah, tapi banyak ibu hamil yang tidak mengetahui dan tidak memiliki pengetahuan tentang hal tersebut.

Dan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan selama menjalani kehamilan ialah dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Kebutuhan nutrisi ketika hamil akan meningkat dua kali lipat untuk menunjang perkembangan janin. Jika kebutuhan nutrisi tersebut tidak terpenuhi selama masa kehamilan, maka bisa saja berakibat fatal untuk perkembangan bayi. Seperti salah satunya bisa menyebabkan gangguan pada otak yang nantinya akan mengakibatkan keterbelakangan mental pada bayi. Bayi-bayi terlahir dengan keterbelakangan mental ini biasanya akan sangat mudah dan rentan terserang berbagai masalah kesehatan. Di bawah ini ada beberapa masalah medis yang rentan terjadi pada balita dengan keterbelakangan mental.

Masalah Kesehatan Anak Yang Sering Terjadi Pada Balita Dengan Keterbelakangan Mental

masalah-kesehatan-anak-dengan-keterbelakangan-mental

Kerusakan jantung
Terdapat sekitar 40% bayi yang dilahirkan dengan keterbelakangan mental dan mengalami kelainan pada jantung seperti perkembangan jantung yang tidak normal. Penanganan untuk kerusakan jantung ini harus dilakukan dengan metode pembedahan.

Kerusakan saluran pencernaan
Pada sebagian kasus, keterbelakangan mental pada anak juga akan mengalami kelainan pada saluran pencernaanya seperti terjadinya kerusakan pada usus. Kondisi demikian biasanya disebut dengan duodenal atresia atau terjadi penutupan pada usus bagian atas.

Sering terkena flu
Salah satu penyakit ringan yang sangat mudah menyerang balita dengan keterbelakangan mental. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh yang rendah sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam melawan serangan zat asing. Kondisi yang lebih parah lagi yakni saluran napas yang lebih mudah terkena infeksi seperti sinus dan infeksi pada telinga.

Gangguan penglihatan
Balita yang lahir dengan keterbelakangan mental biasanya akan mengalami masalah penglihatan. Hal ini karena fungsi otak yang mengontrol seluruh kinerja organ tubuh tidak berfungsi dengan baik. Kondisi seperti ini diakibatkan oleh kurangnya dukungan nutrisi pada saat bayi masih berada dalam kandungan. Masalah penglihatan yang umum terjadi pada anak dengan keterbelakangan mental ialah seperti mata juling, katarak, rabun jauh dan juga rabun dekat.

Gangguan pendengaran
Sebuah studi juga membuktikan bahwa ada 50% balita yang terlahir dengan keterbelakangan mental mengalami gangguan pendengaran. Mereka juga lebih rentan terserang infeksi telinga yang berkembang dan mengganggu sistem pendengaran.

Kelainan pada tulang belakang
Keterbelakangan mental memicu gangguan kesehatan yang lain seperti kelainan pada tulang belakang. Hal ini dikarenakan kurangnya asupan nutrisi seperti asam folat ketika hamil sehingga pembentukkan sumsum tulang belakang tidak berjalan dengan baik. Balita yang mengalami masalah kesehatan ini sangat rentan mengalami kerusakan pada ruas tulang belakang saat beraktivitas.

Hipotiroidisme
Kelainan fungsi tiroid sangat mungkin terjadi pada anak dengan keterbelakangan mental. Kondisi seperti ini akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia anak. Untuk itu, anak yang mengalami keterbelakangan mental sebaiknya harus diperiksa secara rutin setiap tahunnya.

Mungkin itulah beberapa gangguan kesehatan anak dengan keterbelakangan mental yang mungkin terjadi. Jadi sangat penting bagi ibu hamil untuk menerapkan hidup sehat agar janin yang dikandungpun ikut sehat sampai menuju proses melahirkan. Semoga Bermanfaat:))

Cara-Cara Untuk Melatih Anak Kecil Dalam Bersosialisasi

cara-melatih-anak-bersosialisasi

Kesehatan Anak | melatih anak bersosialisasi – Ketika anak sudah menginjak usia 6-12 bulan, anak akan mengalami banyak tantangan dan pengalaman baru. Salah satunya yakni dia akan mulai mempelajari kemampuan untuk bersosialisasi dan berkumpul dengan orang lain.

Tempat pertama si kecil belajar bersosialisasi dengan orang lain ialah dalam keluarganya sendiri. Tapi, orang tua juga sebaiknya memperkenalkan si kecil kepada temannya dan orang lain di luar keluarga, karena ini memungkinkannya untuk belajar berkomunikasi dan berinteraksi pada usia sedini mungkin.

Seorang bayi akan sangat tertarik untuk memperhatikan bayi lain, mereka juga akan memiliki cara untuk berinteraksi dengan bayi yang lainnya seperti dengan menyentuh atau memukul bayi yang lainnya. Bayi juga memang belum bisa berpartisipasi dalam kegiatan bermain sampai mereka mulai berjalan. Tapi tidak ada salahnya untuk mengenalkan mereka pada lingkungan sekitar dari sejak dini.

Kegiatan diluar rumah merupakan hal yang sangat baik untuk perkembangan si kecil. Tapi sayangnya, aktivitas di luar rumah seringkali dianggap tidak terstruktur dan bahkan membahayakan. Karena itu, banyak orang tua yang merasa lebih aman jika anaknya bermain di dalam rumah. Padahal hal tersebut bisa saja disiasati dengan selalu mendampingi buah hati anda ketika berada di luar rumah, juga tidak lupa untuk selalu memakaikan anak sendal atau alas kaki lainnya untuk mencegah kuman dan penyakit.

Cara Melatih Anak Untuk Bersosialisasi

  • Melatih anak untuk bersosialisasi, anda bisa memulai dengan memberikan pengantar pada si kecil, seperti anda akan mengajaknya pergi ke toko, katakan padanya bahwa hari itu anda akan membeli beberapa keperluan di toko. Nah, meskipun si kecil belum bisa memberikan respon verbal, tapi ia juga tetap memerlukan pengenalan mengenai situasi yang akan atau yang sedang ia hadapi.
  • Pertemukan si kecil dengan bayi-bayi yang lainnya beberapa minggu sekali tidak perlu setiap hari. atau juga anda bisa mengunjungi tetangga anda yang juga memiliki bayi.
  • Biarkan orang lain menggendong si kecil, karena hal ini akan membuat si kecil tidak mengalami ketakutan yang berlebihan pada orang asing.
  • Jika si kecil menangis, segera gendong dan tenangkan menggunakan kata-kata yang lembut.

Ingat juga, bahwa bayi usia 6-12 bulan terkadang lebih senang bermain sendiri. Ia mungkin akan seperti tidak tertarik pada anak-anak lain, bahkan sampai tidak menyadari kehadiran mereka. Jika seorang anak mendatanginya, ia bisa saja hanya cuek atau mulai menangis karena takut. Namun anda jangan cemas, sering-seringlah mengajak si kecil bermain dan bertemu dengan teman-teman sebayanya agar ia semakin mudah beradaptasi dengan lingkungan di luar rumah. Maka dengan cara ini, anda juga akan lebih bisa mendekatkan diri secara emosional dengannya. Cara mudah melatih anak bersosialisasi Semoga Bermanfaat:))

Cara Mudah Menjaga Kesehatan Anak Dengan Cuci Tangan

Cara Menjaga Kesehatan Anak Dengan Cuci Tangan | Semua orang tua tentunya selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga buah hati mereka. Tidak ada orang tua yang sanggup melihat anaknya jatuh sakit. Ketika anak terserang penyakit, maka semua aktivitas anak akan terganggu seperti pelajaran sekolah yang tertinggal dan tidak bisa bermain seperti biasanya, produktivitas anakpun akan sangat menurun jika mereka harus berbaring sakit.

Dan beberapa penyakit infeksi saluran cerna seperti diare, mual, muntah dan infeksi saluran nafas seperti batuk dan pilek merupakan penyakit yang sering menyerang anak. Kuman penyebab diare dan batuk seringkali mengontaminasikan tangan melalui benda-benda di sekitar. Dan tanpa disadari, anak bisa tanpa sadar memasukkannya ke mulut, hidung, mata, ketika makan tanpa mencuci tangan, menguceuk mata, atau memegang organ-organ tubuh yang lainnya.

Menurut data WHO, sebanyak 6 juta anak di negara berkembang meninggal setiap tahunnya karena penyakit diare, berdasarkan riset kesehatan dasar pada tahun 2007, ditemukan bahwa 31,4% penyebab kematian bayi usia 29 hari – 11 bulan, Dan 25,2% kematian anak balita usia 12-59 bulan adalah karena penyakit diare.

Penyakit pneumonia, infeksi saluran nafas bagian bawah yang memiliki manifestasi berupa demam tinggi, batuk, sampai sesak nafas merupakan penyakit berat yang juga sering menyerang anak-anak. Bahkan pada tahun 2007 pneumonia ini menjadi penyebab kematian kedua terbanyak 25,2% pada bayi usia 29 hari – 11 bulan.

CUCI TANGAN (Langkah sederhana menjaga kesehatan dan produktivitas anak)

langkah-menjaga-kesehatan-anak-dengan-cuci-tangan

Cara Mencuci Tangan Anak – Sudah banyak studi yang menegaskan asosiasi antara perbaikan kebersihan tangan dengan mencuci tangan memakai sabun untuk penurunan angka penyakit infeksi di komunitas. Kebersihan tangan diyakini efektif melawan infeksi saluran cerna, begitu juga dengan infeksi saluran nafas. Dalam sebuah penelitian didapatkan bukti untuk mendukung hal ini. Dari penelitian tersebut, perbaikan dalam hal kebersihan tangan menghasilkan penurunan penyakit saluran cerna di komunitas sebesar 31%. Dan dalam hal infeksi saluran nafas, didapatkan penurunan sebesar 21%. Keduanya merupakan angka yang cukup signifikan dan meyakinkan terhadap manfaat dari cuci tangan.

Ada juga beberapa orang yang melakukan penelitian untuk mencari hubungan antara prilaku mencuci tangan dengan insiden diare pada anak sekolah di Kabupaten jember pada tahun 2013. Dari penelitian yang mereka lakukan didapatkan hasil juga bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara prilaku cuci tangan dengan insiden diare.

Cuci tangan juga bisa menjadi salah satu tumpuan dalam meningkatkan taraf kesehatan anak dan menghindarkan mereka dari berbagai penyakit infeksi. Jika anak jarang sakit, mereka mempunyai kesempatan yang besar untuk terus melakukan aktivitas nya seperti mengikuti pelajaran disekolah, bermain, berkarya, ataupun mengeksplorasi lingkungannya. Semoga Bermanfaat:))

Khasiat Unik Dari Temulawak Untuk Kesehatan Anak-Anak

Kesehatan Anak | Siapa yang tidak mengenal rempah-rempah Temulawak yang merupakan salah satu keluarga dari rimpang kunyit ini, dan termasuk dalam salah satu daftar bumbu dapur yang juga memiliki kandungan dan manfaat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh, mulai untuk anak-anak sampai untuk orang dewasa.

manfaat-temulawak-untuk-kesehatan-anak

Curcumin yang merupakan kandungan utama yang terdapat pada temulawak memiliki sifat sebagai antioksidan. Kandungan tersebut akan melindungi tubuh anak dari berbagai kerusakan sel dan paparan radikal bebas, selain itu temulawak juga mempunyai peranan penting lainnya karena adanya kandungan curcumin yang tinggi pada rimpang tersebut.

Selain itu, curcumin juga bisa menurunkan kadar beberapa enzim dalam tubuh yang menyebabkan peradangan (inflamasi). Penelitian-penelitian yang sudah dilakukan menunjukan bahwa curcumin bisa bermanfaat untuk beberapa kondisi seperti:

1. Menghilangkan rasa nyeri
Karena adanya kandungan curcumin dalam temulawak merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan sebagai analgesik alami. Jika si kecil mengalami demam dan nyeri pada seluruh tubuh dan tidak kunjung membaik meskipun sudah diberikan perawatan medis, cobalah dengan menggunakan pengobatan alami temulawak ini, dan lakukan secara rutin.

2. Dispepsia
Curcumin juga menstimulasi kandung empedu untuk lebih produktif. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi turmeric bisa mengatasi gejala kembung, Dan untuk kesehatan anak, bisa membantu melancarkan proses pencernaan.

3. Kanker
Untuk hal ini, diperlukan penelitian yang lebih jauh, karena kanker sebaiknya tetap ditangani dengan terapi. Untuk kesehatan anak, manfaat ini sangat berguna bagi antioksidan yang membantu mencegah kerusakan sel-sel tubuh guna mendukung tumbuh kembang anak.

4. Infeksi bakteri dan virus
Pada masa pertumbuhan anak, proses infeksi bakteri dan virus berpotensi mengganggu kelancaran dan optimalisai pertumbuhan anak. Dengan curcumin membantu menekan angka resiko infeksi, jadi curcumin bisa membantu kelancaran proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

5. Uveitis
Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa curcumin bisa membantu mengatasi uveitis sebuah peradangan pada mata. Curcumin dikatakan memiliki efektivitas yang sama dengan kortikosteroid yang biasa diberikan. Pertumbuhan anak akan lebih optimal dengan terhindar dan terbantu dari paparan kondisi uveitis.

6. Menambah nafsu makan
Dan manfaat temulawak yang selanjutnya adalah untuk meningkatkan nafsu makan anak. Kandungan curcumin kembali lah yang menjadi nutrisi penting untuk menghasilkan manfaat tersebut. Jadi jika anak terdapat sulit makan dan tidak menyukai sayur, maka solusi yang tepat adalah dengan memberikan rimpang temulawak. Anda bisa membuat air rebusan temulawak yang dicampur dengan sedikit madu. Dan jika dikonsumsi secara rutin, maka anda akan melihat anak mempunyai nafsu makan yang baik dan meningkat.

7. Baik untuk tumbuh kembang anak
Selain dengan memberikan makanan gizi yang seimbang, anda juga bisa menambahkan temulawak sebagai tambahannya. Karena kandungan curcumin juga lah yang mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan dan mencegah berbagai penyakit pada anak.

Mungkin itulah beberapa khasiat dan manfaat yang ditemukan pada temulawak untuk kesehatan anak. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi dan bisa menambah pengetahuan anda dalam bidang kesehatan karena sangat bermanfaat untuk anda dan keluarga. Semoga Bermanfaat:))