Cara Mengatasi Berat Badan Kurang Pada Anak Dan Balita

Kesehatan anak – Pertumbuhan dan perkembangan tubuh merupakan salah satu indikator kesehatan utama pada anak dan balita. Pada umumnya, balita berusia 24 bulan ke atas mengalami pertumbuhan yang cukup stabil dan konsisten. Tapi, jika anda merasa pertumbuhan balita anda lambat, stagnan, dan bahkan menurun, ada baiknya anda konsultasikan ke posyandu dan dokter agar mengetahui apa yang harus dilakukan ketika berat badan anak turun.

solusi-mengatasi-berat-badan-kurang-pada-anak-dan-balita

Penyebab berat badan kurang pada balita

Dokter bisa memastikan apakah berat badan balita masih tergolong normal atau tidak. Beberapa anak mempunyai tubuh yang kurus secara alami karena faktor genetik dari orang tuanya. Selain itu, ada juga beberapa faktor lain yang penyebab berat badan kurang pada balita seperti:

  • Balita sangat aktif atau mempunyai metabolisme yang cepat sehingga diperlukan banyak kalori untuk memenuhi kebutuhannya.
  • Mengalami cacingan sehingga penyerapan makanan dan nutrisi oleh tubuh tidak maksimal.
  • Defisiensi nutrisi tertentu seperti zat besi yang bisa mempengaruhi kebiasaan makan.
    Kebiasaan pilah-pilih makanan atau alergi makanan.
  • Sakit dan demam yang menyebabkan selera makan berkurang atau masalah kesehatan lainnya.

Pola makan sehat untuk balita

Selama tidak ada masalah kesehatan yang serius, anda tidak perlu terlalu cemas. Meningkatkan berat badan balita memang tidak mudah. Karena selain balita memang sangat aktif bergerak, mereka juga mempunyai kapasitas perut yang kecil. Kebutuhan kalori mereka mungkin tidak tercukupi dari makan 3x sehati.

Untuk itu, meningkatkan kalori tanpa menambah porsi makanan mereka merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan. Tapi, bukan berarti anda bisa bebas memberikan makanan tinggi kalori yang kurang sehat seperti minuman manis, permen, dan cake yang bisa merusak gigi. Tetapkan pola makan sehat yang mengandung gizi seimbang dengan memberikan makanan pokok, sayur, buah, ikan, susu, daging, dan lain sebagainya.

Meningkatkan kalori dari lemak
Berat Badan Kurang Pada Anak – Berdasarkan Institute of Medicine, balita berusia 1-3 tahun perlu mencukupi 30-40% kebutuhan kalorinya dari lemak. Beberapa vitamin juga hanya bisa dicerna oleh lemak. Susu murni dengan lemak utuh perlu diberikan sampai usia 2 tahun atau lebih jika anak anda mempunyai berat badan kurang.

Susu sapi murni atau air putih bisa diberikan setelah usia 12 bulan. Kandungan lemak pada produk susu bisa mulai diturunkan jika pertumbuhan anak normal dan nutrisinya sudah tercukupi. Sehingga diusia 5 tahun, mereka bisa mulai mengadopsi pola makan rendah lemak seperti orang dewasa. Tapi jika balita anda dinyatakan kurang berat badan, kalori bisa ditingkatkan dengan beberapa tips seperti:

  1. Menambahkan susu atau keju pada kentang dan roti.
  2. Menggunakan susu sebagai kuah sup sebagai ganti air biasa.
  3. Berikan makanan sumber lemak sehat sebagai snack seperti apokat atau pisang di sela-sela makan utama.
  4. Tidak memberikan terlalu banyak makanan tinggi serat seperti gandum utuh dan beras merah. Makanan ini bisa membuat anak merasa kenyang lebih lama dan akan kehilangan selera makan. Cukup kenalkan secara bertahap dan berikan sebagai sumber karbohidrat utama setelah anak berusia 5 tahun.
  5. Meskipun susu sangat penting diusia ini, pastikan anak tidak mendapat cairan yang berlebihan. Beberapa anak yang terlalu banyak minum akan makan lebih sedikit dan tidak mendapat kalori yang mereka butuhkan.
  6. Jika anak toleran terhadap laktosa atau alergi makanan tertentu, konsultasi dengan dokter agar kebutuhan nutrisi anak tetap tercukupi.

Suplemen dan vitamin tambahan untuk anak
Orang tua bisa bertanya dan berkonsultasi dengan dokter dan posyandu tentang apakah anak anda memerlukan suplemen dan vitamin tambahan atau tidak. Departemen kesehatan Amerika Serikat sendiri merekomendasikan agar anak usia 6 bulan sampai 5 tahun diberikan vitamin tetes A, C, dan D. Vitamin ini penting untuk anak dengan berat badan yang kurang dan yang kebutuhan nutrisinya tidak tercukupi.

Baca Juga : Suplemen Vitamin Herbal Yang Cocok Untuk Anak dan Balita

Mendapatkan tambahan vitamin bisa meningkatkan jumlah zat besi yang bisa diserap oleh tubuh balita, dan meningkatkan nafsu makannya. Meskipun demikian, suplemen zat besi tidak diperlukan kecuali jika direkomendasikan oleh dokter. Zat besi yang berlebihan justru bisa menghalangi penyerapan mineral lain, menyebabkan konstipasi, dan juga menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Dorong balita anda untuk tetap aktif bergerak
Berat badan kurang pada balita dan anak, bukanlah alasan untuk menghalangi mereka aktif bergerak. AKtivitas fisik ini justru akan membantu menguatkan tulang dan otot mereka. Konsultasikan kembali dengan dokter untuk mengetahui batasan aktivitas yang boleh mereka lakukan. Tidak lupa untuk terus merantau perkembangan anak selanjutnya. Semoga Bermanfaat:))