Category Archives: Penyakit Anak

Obat Tradisional Untuk Epilepsi (Kejang) Pada Anak Terbaik

Obat Anak Kecil Obat Epilepsi Pada Anak “QnC Jelly Gamat” sudah teruji secara klinis BPOM RI , yang secara ampuh mampu mengobati epilepsi tanpa efek samping, untuk pemesanan via sms dengan layanan sangat menarik yakni “BARANG SAMPAI BARU BAYAR” (*syarat dan ketentuan berlaku).

obat tradisional epilepsi pada anakEpilepsi atau ayan (kejang-kejang) merupakan suatu problem neurologi kronis yang sering terjadi pada anak. Penyakit Anak epilepsi merupakan penyakit syaraf menahun yang menimbulkan serangan mendadak atau kejang-kejang yang terjadi berulang-ulang.

Munculnya penyakit epilepsi atau ayan ini terjadi karena adanya kerusakan otak keseluruhan pada proses persalinan sulit yang mengakibatkan luka pada kepala, bahkan timbulnya penyakit ayan biasa juga karena stroke, tumor otak bahkan alkohol yang bisa merusak sel otak. Kadang juga ayan timbul karena genetika tapi penyakit ini bukan merupakan penyakit keturunan.

Pengobatan penyakit epilepsi pada anak harus segera ditangani dengan tepat, karena di Indonesia sendiri kasus penyakit ini sudah banyak dijumpai oleh anak-anak, bahkan tidak sedikit juga pasien yang terlambat menangani dan berakibat pada kematian. Namun anda tidak usah khawatir lagi, karena sekarang sudah hadir solusi terbaik untuk pengobatan yang alami, aman dan sangat mudan ditemukan, yakni Obat Epilepsi Pada Anak QnC Jelly Gamat.

Mengapa kami merekomendasikan QnC Jelly Gamat? berikut alasannya…

Rekomendasi Obat Tradisional QnC Jelly Gamat Untuk Penyakit Epilepsi Pada Anak

obat epilepsi pada anak

QnC Jelly Gamat ini merupakan produk terbaru kami yang diproduksi oleh PT.Bijaksana Maju Utama Indonesia yang terbuat dari bahan-bahan herbal alami 100% HALAL dan AMAN. Bahan utama dari QnC Jelly Gamat ini terbuat dai hewan laut yakni Teripang Emas, teripang yang digunakan mempunyai standar olah untuk pengobatan yaitu fresh, besar dengan warna hasil extrasi yang sama. Selain terbuat dari teripang emas, kandungan bahan obat herbal QnC Jelly Gamat juga didukung dengan beberapa bahan herbal alami lainnya seperti Sweetener Steva, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, dan Ekstrak buah sayur. Semua bahan yang digunakan 100% alami tanpa campuran bahan kimia sedikitpun. Karena bahan pengawet, pembentuk tekstur dan penyesuaian rasa kita ambil dari ekstrak buah dan sayur.

bahan obat epilepsi anak qnc jelly gamat

Manfaat QnC Jelly Gamat Untuk Pengobatan Penyakit Epilepsi Pada Anak – Teripang emas mengandung senyawa aktif biologi diantaranya 86,8% protein, 80,0% kolagen, mineral, mukopolisakarida, glucasaminoglycans (GAGs), antiseptik alamiah, glucosamine dan chondrotin, saponin, omega 3,6, dan 9. asam amino, lektin, vitamin dan masih banyak lagi kandungan lainnya yang semuanya memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda dalam tubuh yang tentunya sangat dibutuhkan oleh tubuh kita, seperti salah satunya sangat ampuh untuk epilepsi pada anak yakni bisa menutrisi syaraf otak dan jantung.

Selain kandungan di atas, teripang emas juga mengandung Gamapeptide (kandungan yang tidak ditemukan pada spesies teripang lain). Kemampuan Gamapeptide ini bermanfaat dalam mencegah inflamasi, mampu mengurangi rasa sakit, kemampuan 3x lebih cepat dalam penyembuhan luka, mengaktifkan pertumbuhan sel-sel, memperbaiki kualitas kulit menjadi lebih muda, mampu menstabilkan emosi dan juga mampu membantu dalam memelihara sirkulasi darah, juga bisa menstabilkan stress atau emosional.

Itulah kandungan manfaat dalam ekstrak teripang emas yang menjadi bahan utama pembuatan obat tradisional QnC Jelly Gamat yang mampu mengatasi dan salah satu pengobatan epilepsi pada anak terbaik dan dengan cara yang alami sekaligus aman tanpa menimbulkan efek samping. Selain itu juga QnC Jelly Gamat mampu mengobati berbagai jenis penyakit kronis lainnya seperti diabetes, eksim, tulang keropos, ginjal, thalasemia, miom, tbc, kanker, kolesterol, maag kronis, asam lambung, asma alergi, varises, dan juga penyakit lainnya.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi Terbaik Untuk Anak

harga qnc jelly gamay obat penyakit anak

Pesanlah Obat Tradisional QnC Jelly Gamat Sekarang Juga!!! Untuk pemesanan 1-2 botol, kami berikan layanan menarik hanya untuk anda yakni “BARU BAYAR SETELAH BARANG SAMPAI DIRUMAH”…!

Untuk pemesanan, silahkan kirimkan pesan singkat seperti di bawah ini :

RA-QNC : Jumlah Pemesanan : Nama : Alamat : No.Hp/Tlp

Contoh:

RA-QNC : 3 Botol : Rani Anggraeni : Jl.Cagak Gobras Gg.Arrow Rt.06 Rw.12 Mangkubumi, SambongJaya, Tasikmalaya : 085316991751

Kirim Ke :

Tlp/Sms 085.223.944.949
WA/Line 085.223.944.949
Pin BB 54A88110

PERHATIAN!!!

Setiap pemesanan QnC Jelly Gamat di Wajibkan mencantumkan kode RA-QNC dalam setiap pemesanan Via SMS/BBM/WA. RA-QNC ini merupakan kode wajib dalam setiap pemesanan Obat Herbal QnC Jelly Gamat. INGAT!!! jika pemesanan tanpa mencantumkan format kode RA-QNC mohon maaf pemesanan tidak akan kami proses.

Setelah anda mengirimkan Format/Kode pemesanan anda melalui pesan singkat, maka kami akan langsung membalas dan menginformasikan total biaya yang harus di bayar termasuk dengan harga ongkir yang sesuai dengan tempat tinggal anda.

Informasi selengkapnya bisa hubungi :
Costumer Service

CS obat epilepsi pada anak
Tlp/Sms 085.223.944.949
WA/Line 085.223.944.949
Pin BB 54A88110

Posted By : Obat Anak Kecil Tradisional Indonesia

Bahan Alami Pengusir Sakit Radang Amandel Pada Anak

Penyakit anakRadang amandel pada anak merupakan infeksi atau radang pada amandel. Amandel sendiri merupakan bola dari jaringan getah bening di kedua sisi tenggorokan bagian atas dan belakang lidah. Bola ini merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh karena membantu tubuh melawan infeksi.

radang amandel pada anak
Radang amandel seringkali terjadi pada anak-anak, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada anak-anak. Radang amandel merupakan penyakit yang menular dan sangat cepat menular dari satu orang ke orang lainnya.

Untuk mencegah penularan, maka dalam pengobatannya memerlukan tindakan yang tepat. Ada banyak obat-obatan untuk radang amandel, tapi jika anda lebih suka menggunakan obat alami, anda bisa mencoba dengan obat dari bahan alami di bawah ini:

bahan alami untuk mengusir amandelAir Garam
Pengobatan radang amandel yang paling mudah yang pertama ialah dengan berkumur air garam hangat. Air hangat mempunyai efek menenangkan, sedangkan garam bisa membantu mengurangi peradangan dengan membunuh virus dan bakteri.

Lemon dan Madu
Buah lemon mempunyai sifat anti-virus, anti-bakteri, dan anti-inflamasi sehingga ampuh merawat infeksi dan peradangan. Bukan hanya itu, kandungan vitamin C di dalam lemon juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi.

Daun Kemangi
Daun kemangi merupakan sayuran yang mempunyai manfaat sebagai obat karena mempunyai sifat anti-virus, dan anti-peradangan. Selain itu, sifat penyembuhan dan sifat menenangkan daun kemangi bisa membantu mengurangi pembengkakkan dan rasa sakit.

Kunyit
Rempah kunyit ini merupakan rempah anti-peradangan dan anti septik alami yang cukup kuat. Tidak heran jika kunyit mampu melawan infeksi amandel dan melegakan gejala amandel yang menyebalkan.

Kayu manis
Tidak hanya sebagai bumbu masakan, kayu manis juga bisa mengobati radang amandel. Pasalnya, kayu manis kaya akan sifat anti-mikroba sehingga mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme lainnya yang melekat di amandel. Dengan demikian, kayu manis membantu mengurangi pembengkakkan, rasa sakit dan peradangan.

Jeruk nipis
Karena jeruk nipis ini mempunyai kandungan zat anti-bakteri yang cocok dan baik untuk kesehatan termasuk untuk mengobati radang amandel.

Kulit manggis
Obat amandel tradisional yang selanjutnya ialah dengan kulit manggis. Kulit manggis memang mempunyai banyak kandungan yang bis menyehatkan tubuh dan bisa melawan berbagai penyakit yang salah satunya sebagai obat amandel bengkak pada anak.

Itulah beberapa bahan alami yang bisa membantu mengatasi penyakit radang amandel. Jika dengan obat radang amandel anak diatas sakit amandel bengkak anak tidak berkurang, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Semoga bermanfaat 🙂

Apakah Amandel Besar Pada Anak Diperlukan Operasi?

amandel-besar-pada-anak

Kesehatan Anak – Dalam kegiatan sehari-hari dokter praktek anak, salah satu kejadian yang sering dijumpai ialah pertanyaan orang tua tentang penyakit amandel pada anak. Biasanya jika seorang anak mengalami demam, batuk, pilek, dalam pikiran orang tuanya anak tersebut sedang mengalami radang tenggorokan. Sebagian orang awam mengira “radang” biasanya hanya dikaitkan dengan tenggorokan, karena adanya infeksi yakni penyakit akibat serangan kuman. Padahal radang juga bisa terjadi pada bagian tubuh manapun, dan penyebab radang itu bermacam-macam bukan karena infeksi saja bisa juga karena luka jatuh, tersiram air panas, atau sebagainya. Pertanyaan berikutnya yakni mengenai ukuran amandelnya, apakah jika sudah membesar perlu diangkat atau dioperasi?

Jika anak mengalami demam, batuk dan pilek, besar kemungkinan anak tersebut sedang mengalami selesma atau radang saluran nafas atas yang dimulai dari hidung, rongga sinus, sampai tenggorokan akibat dari infeksi virus. Radang infeksi merupakan reaksi jaringan yang sedang mengalami kerusakan akibat pertempuran antara kuman dengan mekanisme pertahanan tubuh. Selesma atau rinofaringitis (bahasa medisnya) sering keliru disebut dengan istilah flu atau ifluenza salah satu virus dari ratusan virus yang bisa menyebabkan selesma. Apabila dokter tidak secara khusus memeriksa virus penyebab common cold maka kita tidak bisa mendiagnosis sebagai flu atau influenza, dan didiagnosis sebagai rinofaringitis atau selesma.

radang-amandel-pada-anakAmandel besar pada anak – Tenggorokan ini merupakan pintu gerbang masuk saluran napas dan saluran makan. Pintu gerbang tersebut dikawal oleh sistem perlawanan yang disebut organ limfoid. Ada 4 organ limfoid diantara hidung mulut dan tenggorokan, tapi yang paling pening ada dua yakni amandel dan adenoid. Amandel atau tonsil platina terletak diantara hidung dan tenggorokan, di kanan kiri ujung belakang rongga mulut, yang bisa dilihat jika anak membuka mulut lebar sambil menjulurkan lidahnya. Sedangkan adenoid berada diatas amandel, terletak di langit-langit belakang hidung, sehingga tidak bisa dilihat tanpa alat khusus. Pola pertumbuhan berbagai sistem organ pada anak berbeda-beda kecepatannya. Sistem saraf paling cepat perkembangannya, sedangkan sistem reproduksi paling lambat. Sistem limfoid (termasuk amandel) berada dipertengahan, dan mengalami perkembangan pesat ketika anak berusia 5-15 tahun dengan puncak sekitar usia 10 tahun. Pada usia tersebut ukuran normal amandel pada anak bisa mencapai dua kali ukuran dewasa. Dengan demikian, ukuran amandel yang besar pada anak merupakan hal yang normal.

Jika seorang anak sedang selesma, amandelnya akan ikut meradang. Suatu organ jika sedang meradang maka akan terlihat merah, nyeri dan bengkak sehingga akan lebih terlihat membesar. Dan hal itu bersifat sementara. Jika radang sudah mereda, maka organ tersebut akan kembali normal. Anak sehat bisa mengalami selesma hingga 6x pertahun. Dengan demikian jika seorang anak mengalami selesma setiap 2-3 bulan sekali, maka itu masih bisa dikatakan wajar dan normal. Ada beberapa alasan amandel perlu dioperasi. Ukuran amandel yang besar pada anak tidak menjadi alasan perlunya untuk dioperasi. Dari sekian banyak alasan, ada dua alasan tersering dan terpenting. Yang pertama ialah jika sudah timbul gangguan napas ketika tidur yang disebut OSAS (Obstructive sleep apnea syndrome), dan yang kedua ialah jika amandel dan tenggorokan sering mengalami radang khusus akibat kuman streptokokus.

Baca Juga >> Penyakit Amandel Pada Anak

Penderita diduga mengalami OSAS ini jika sering mendengkur ketika tidur, lebih dari 3 hari dalam seminggu tidurnya mendengkur. Biasanya ada gejala henti napas ketika tidur yang diikuti gelagapan seperti hendak terbangun, tapi kemudian penderita tidur lagi. Gejala lain yang menyertai ialah gejala mengantuk berat siang hari dan gangguan prestasi belajar pada anak sekolah. Untuk memastikan adanya diagnosis OSAS perlu pemeriksaan khusus yang disebut polisomnografi (PSG). Alasan kedua ialah radang amandel dan tenggorokan karena kuman streptokokus yang berulang terjadi. Radang ini harus dibedakan dengan selesma atau common cold yang seperti namanya memang sering terjadi. Radang amandel ini memberikan gejala yang lebih berat, demam tinggi dengan nyeri tenggorokkan berat, tanpa gejala batuk, dan amandel terlihat sangat merah, lalu di permukaan amandel terlihat bercak-bercak putih. Disebut sering jika terjadi sampai 7x atau lebih dalam 1 tahun terakhir, atau 5x pertahun dalam 2 tahun berturut-turut, atau 3x pertahun dalam 3 tahun berturut turut.

Dari uraian diatas terlihat bahwa untuk melakukan operasi amandel diperlukan alasan yang kuat. Ukuran amandel yang besar tanpa gangguan fungsi napas tidak menjadi alasan operasi. Batuk pilek biasa atau salesma meskipun jarang terjadi berulang juga bukan alasan untuk operasi. Pada anak kelompok usia lebih muda, alasan yang lebih sering ialah karena OSAS sedangkan pada kelompok usia lebih tua alasan tersering ialah tonsilo-faringitis. Semoga Bermanfaat:))

Inilah Macam-Macam Terapi Untuk Anak Penderita Autis

Kesehatan Anak – Meskipun sampai saat ini belum ada cara untuk menyembuhkan penyakit autisme dengan pasti. Tapi gejala dan kondisi autisme pada anak bisa menjadi lebih baik dengan melakukan penanganan sedini mungkin, melakukan terapi, dan pengobatan autisme yang tepat.

terapi-anak-autis

Terapi Autisme Pada Anak pada dasarnya perlu diberikan untuk membangun kondisi yang lebih baik. Terapi juga harus rutin dilakukan agar apa yang menjadi kekurangan anak bisa dipenuhi secara bertahap Terapi juga harus diberikan sedini mungkin sebelum anak berusia 5 tahun. Karena perkembangan pesat otak anak pada umumnya terjadi pada usia sebelum 5 tahun, tepat puncaknya pada usia 2-3 tahun. Beberapa terapi untuk anak autis yang ditawarkan oleh para ahli diantaranya:

Terapi Okupasi
Terapi okupasi ini bermanfaat untuk melatih otot-otot halus anak. Menurut penelitian, hampir semua kasus anak autis memiliki keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Gerak-geriknya sangat kaku dan kasar, mereka kesulitan untuk memegang benda dengan cara yang benar, kesulitan untuk memegang sendok dan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Dengan terapi ini anak akan dilatih untuk membuat semua otot dalam tubuhnya berfungsi dengan tepat.

Terapi Biomedik
Terapi biomedik ini dikembangkan oleh kelompok dokter yang tergabung dalam Defeat Autism Now. Pada terapi ini difokuskan pada pembersihan fungsi-fungsi abnormal pada otak. Dengan terapi ini diharapkan fungsi susunan saraf pusat bisa bekerja lebih baik sehingga gejala autisme berkurang dan bahkan menghilang. Obat-obatan juga bisa digunakan sebagai penyandang autism, tapi harus dengan pengawasan dokter spesialis yang lebih memahami dan mempelajai autism. Terapi biomedik ini melengkapi terapi lainnya dengan memperbaiki dari dalam (biomedis) dan juga didukung oleh terapi dari dalam dan luar diri agar mengalami kemajuan yang cukup baik.

Terapi Integrasi Sensoris
Terapi ini bermanfaat untuk meningkatkan kematangan susunan saraf pusat, sehingga lebih mampu untuk memperbaik struktur dan fungsinya. Aktivitas ini merangsang koneksi sinaptik yang lebih kompleks, dengan demikian bisa meningkatkan kapasitas untuk belajar.

Terapi Perilaku
Terapi ini memfokuskan penanganan pada pemberian reinforcement positif setiap kali anak berespons benar sesuai dengan intruksi yang diberikan. Tidak ada punishment dalam terapi ini, akan tetapi jika anak menjawab salah akan mendapatkan reinforcement positif yang ia sukai. Terapi ini digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan anak pada aturan. Dari hasil terapi ini didapatkan signifikan jika mampu diterapkan secara intensif.

Terapi Bermain
Terapi bermain merupakan pemanfaatan pola permainan sebagai media yang efektif dan terapis, melalui kebebasan eksplorasi dan ekpresi diri. Pada terapi ini, terapis bermain menggunakan kekuatan terapiutik permainan untuk membantu klien menyelesaikan kesulitan-kesulitan psikososial dan mencapai pertumbuhan, perkembangan yang optimal.

Terapi Fisik
Beberapa penderita autism mempunyai gangguan perkembangan dalam motorik kasarnya. Kadang tonus ototnya lembek sehingga jalannya kurang kuat. Keseimbangan tubuhnya juga kurang bagus. Fisioterapi dan terapi integrasi sensoris akan sangat banyak menolong untuk menguatkan otot-otot dan memperbaiki keseimbangan tubuh anak.

Terapi Wicara
Hampir semua anak dengan autism memiliki kesulitan dalam berbicara dan berbahasa. Kadang-kadang bicaranya cukup berkembang tapi mereka tidak mampu untuk memakai kemampuan bicaranya untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan orang lain.

Terapi Musik
Terapi musik menurut Canadian Association for Music Therapy (2002) merupakan penggunaan music untuk membantu integrasi fisik, psikologis, dan emosi individu juga untuk treatment penyakit atau ketidakmampuan. Sedangkan menurut American Music Therapy Association (2002) terapi musik merupakan semacam terapi yang menggunakan music yang bersifat terapiutik guna untuk meningkatkan fungsi perilaku, social, psikologis, komunikasi, fisik, sensorik motorik dan kognitif.

Terapi Melalui makanan
Terapi melalui makanan ini diberikan untuk anak-anak dengan masalah alergi makanan tertentu. Di sisi lain, ada beberapa makanan yang mengandung zat yang bisa memperberat gejala autis pada anak. Dalam terapi ini diberikan solusi tepat bagi para orang tua untuk menyiasati menu yang cocok dan sesuai bagi putra-putriinya sesuai dengan petunjuk ahli mengenai gizi makanan.

Terapi Visual
Individu autistic lebih mudah belajar dengan melihat. Hal inilah yang kemudian dipakai untuk mengembangkan metode belajar berkomunikasi melalui gambar-gambar. Beberapa video games bisa juga dipakai untuk mengembangkan keterampilan komunikasi.

Terapi perkembangan
Terapi ini didasari oleh adanya keadaan bahwa anak penderita autis melewatkan atau kurang sedikit bahkan banyak sekali kemampuan bersosialisasi. Yang termasuk terapi perkembangan seperti Floortime, dilakukan oleh orang tua untuk membantu melakukan interaksi dan kemampuan berbicara.

Terapi Medikamentosa
Atau disebut juga dengan terapi obat-obatan. Terapi ini dilakukan dengan pemberian obat-obatan oleh dokter yang berwenang. Para penderita jangan sembarang diberi obat, tapi obat harus diberikan jika muncul indikasi kuat. Gejala yang sebaiknya dihilangkan dengan obat seperti hiperaktivitas yang hebat, menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain (agresif), merusak (destruktif), dan gangguan tidur.

Gejala Dan Ciri-Ciri Anak Dengan Penyakit Autisme

Penyakit anakPenyakit Austime Pada Anak atau Autism Spectrum Disorser (ASD)  merupakan salah satu gangguan pada perkembangan syaraf anak. ASD sendiri bukan hanya autism, tapi juga sindrom heller, sindrom asperger, dan gangguan pada perkembangan pervasif (PPD-NOS). Gangguan ini mempengaruhi kemampuan berinteraksi, bersosialisasi dan cara berkomunikasi pada anak. ASD sendiri merupakan keadaan yang tidak bisa disembuhkan. Sehingga gejalanya yang harus diketahui sejak dini.

gejala-dan-ciri-anak-autismeMeskipun penyakit ini tidak bisa disembuhkan, namun ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk membuat penderita autisme bisa menyesuaikan dirinya ketika berada di lingkungan, serta mampu berkomunikasi dengan baik. Menurut penelitian, ada sekitar 2.4 orang di Indonesia yang menderita autisme, yang artinya ada satu penderita autisme dari setiap 100 kelahiran bayi di Indonesia.

Penyebab autisme secara pasti belum diketahui. Tapi, ada beberapa macam yang menjadi penyebabnya, salah satunya karena pengaruh genetika dan lingkungan. Dalam beberapa kasus, seorang anak bisa menderita autisme karena faktor penyakit tertentu. Mempunyai garis keturunan penderita autisme juga bisa menjadi penyebab anak keturunannya menjadi penderita autisme.

Selain itu, Ibu hamil yang mengkonsumsi alkohol juga bisa meningkatkan resiko anaknya lahir dengan menderita penyakit autisme anak. Kelahiran prematur, khususnya kelahiran pada kehamilan 26 atau kurang juga berpengaruh pada perkembangan syaraf anak. Dan jika dibandingkan dengan wanita, pria mempunyai resiko 4x lebih besar untuk menjadi penderita autism.

Gejala anak yang menderita autism biasanya baru akan terlihat setelah anak berusia 3 tahun. Gejala penderita autism ini terbagi ke dalam dua kategori yakni:

Kategori gangguan pada komunikasi dan interaksi social, Pada kategori ini anak akan mempunyai masalah pada penggunaan bahasa verbal dan nonverbal. Jika penderita autism bisa berbicara, ia kurang menggunakannya ketika berkomunikasi. Penderita autism juga sering menggunakan bahasa yang tidak dimengerti orang lain.

Untuk interaksi social, penderita autism tidak bisa merasakan empati terhadap orang lain, dan juga tidak bisa bermain dengan teman sebayanya. Itu bisa terjadi karena kurangnya kemampuan mereka mengendalikan diri, berimajinasi, dan kurang bisa mengontrol ekspresi mereka.

Kategori gangguan pola piker, minat atau keinginan dan perilaku yang dilakukan sangat terbatas. Biasanya kegiatan yang dilakukan hanya satu jenis dan dilakukan secara terpaku. Penderita autism juga sering melakukan gerakan berulang seperti meremas dan memukul.

gejala-dan-tanda-anak-autisPenderita autism ini bisa juga mempunyai masalah dengan cara belajar dan masalah pada gangguan kejiwaan yang lainnya. Seperti gangguan pada rasa cemas, gangguan hiperaktif dan juga depresi.

Melihat ciri-ciri anak autisme bisa dikatakan sulit, karena biasanya baru akan terlihat jelas setelah usia 3 tahun. Tapi orang tua yang cermat bisa melihat tanda-tanda autisme bahkan sebelum anak memasuki usia ke-3. Beberapa anak mungkin akan bertumbuh secara normal sampai usia 18-24 bulan kemudian berhenti mengembangkan atau kehilangan sejumlah kemampuan norma. Tanda-tanda awal dari autisme seperti:

  • Melakukan gerakan yang sama berulang-ulang kali (contohnya bergoyang atau berputar)
  • Menghindari kontak mata atau sentuhan fisik
  • Lambat dalam belajar berbicara
  • Mengulangi kata-kata atau kalimat yang sama
  • Marah karena hal-hal sepele

Perlu diingat!!! Ciri-ciri anak autisme di atas bisa juga dialami oleh anak normal yang tidak mempunyai autisme.

Ciri-ciri Anak Autis

Tahun Pertama – Orang tua juga bisa melihat ciri-ciri autis pada anak ditahun pertama seperti :

  1. Tidak bereaksi pada  suara ibunya
  2. Tidak merespon ketika dipanggil namanya
  3. Tidak melihat mata orang lain
  4. Tidak mengoceh atau menunjuk-nunjuk benda seperti bayi pada umumnya
  5. Tidak tersenyum atau merespon ketika diajak berinteraksi

Tahun Kedua – Ciri-ciri anak autis ini akan lebih terlihat jelas pada tahun kedua. Ciri-cirinya seperti:

  • Tidak menguasai kata apapun sampai usia 16 bulan
  • Tidak bermain pura-pura seperti anak kebanyakan sampai usia 18 bulan
  • Kehilangan kemampuan berbahasa
  • Tidak bereaksi ketika orang dewasa menunjukkan sesuatu

Bayi atau anak-anak yang normal juga bisa menunjukkan tanda-tanda seperti diatas. Tapi jika anda merasa khawatir, Ada baiknya untuk segera memeriksakannya ke dokter. Banyak juga ciri-ciri anak autis yang tidak terlihat jelas sampai anak tersebut masuk sekolah. Bisa jadi mereka mendapatkan bantuan yang dibutuhkan untuk memperbaiki kemampuan otaknya, mendapatkan perawatan dini, khususnya sebelum usia 3 tahun, bisa secara signifikan memperbaiki perkembangan anak. Semoga Bermanfaat 🙂

Cara Mengatasi Berat Badan Kurang Pada Anak Dan Balita

Kesehatan anak – Pertumbuhan dan perkembangan tubuh merupakan salah satu indikator kesehatan utama pada anak dan balita. Pada umumnya, balita berusia 24 bulan ke atas mengalami pertumbuhan yang cukup stabil dan konsisten. Tapi, jika anda merasa pertumbuhan balita anda lambat, stagnan, dan bahkan menurun, ada baiknya anda konsultasikan ke posyandu dan dokter agar mengetahui apa yang harus dilakukan ketika berat badan anak turun.

solusi-mengatasi-berat-badan-kurang-pada-anak-dan-balita

Penyebab berat badan kurang pada balita

Dokter bisa memastikan apakah berat badan balita masih tergolong normal atau tidak. Beberapa anak mempunyai tubuh yang kurus secara alami karena faktor genetik dari orang tuanya. Selain itu, ada juga beberapa faktor lain yang penyebab berat badan kurang pada balita seperti:

  • Balita sangat aktif atau mempunyai metabolisme yang cepat sehingga diperlukan banyak kalori untuk memenuhi kebutuhannya.
  • Mengalami cacingan sehingga penyerapan makanan dan nutrisi oleh tubuh tidak maksimal.
  • Defisiensi nutrisi tertentu seperti zat besi yang bisa mempengaruhi kebiasaan makan.
    Kebiasaan pilah-pilih makanan atau alergi makanan.
  • Sakit dan demam yang menyebabkan selera makan berkurang atau masalah kesehatan lainnya.

Pola makan sehat untuk balita

Selama tidak ada masalah kesehatan yang serius, anda tidak perlu terlalu cemas. Meningkatkan berat badan balita memang tidak mudah. Karena selain balita memang sangat aktif bergerak, mereka juga mempunyai kapasitas perut yang kecil. Kebutuhan kalori mereka mungkin tidak tercukupi dari makan 3x sehati.

Untuk itu, meningkatkan kalori tanpa menambah porsi makanan mereka merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan. Tapi, bukan berarti anda bisa bebas memberikan makanan tinggi kalori yang kurang sehat seperti minuman manis, permen, dan cake yang bisa merusak gigi. Tetapkan pola makan sehat yang mengandung gizi seimbang dengan memberikan makanan pokok, sayur, buah, ikan, susu, daging, dan lain sebagainya.

Meningkatkan kalori dari lemak
Berat Badan Kurang Pada Anak – Berdasarkan Institute of Medicine, balita berusia 1-3 tahun perlu mencukupi 30-40% kebutuhan kalorinya dari lemak. Beberapa vitamin juga hanya bisa dicerna oleh lemak. Susu murni dengan lemak utuh perlu diberikan sampai usia 2 tahun atau lebih jika anak anda mempunyai berat badan kurang.

Susu sapi murni atau air putih bisa diberikan setelah usia 12 bulan. Kandungan lemak pada produk susu bisa mulai diturunkan jika pertumbuhan anak normal dan nutrisinya sudah tercukupi. Sehingga diusia 5 tahun, mereka bisa mulai mengadopsi pola makan rendah lemak seperti orang dewasa. Tapi jika balita anda dinyatakan kurang berat badan, kalori bisa ditingkatkan dengan beberapa tips seperti:

  1. Menambahkan susu atau keju pada kentang dan roti.
  2. Menggunakan susu sebagai kuah sup sebagai ganti air biasa.
  3. Berikan makanan sumber lemak sehat sebagai snack seperti apokat atau pisang di sela-sela makan utama.
  4. Tidak memberikan terlalu banyak makanan tinggi serat seperti gandum utuh dan beras merah. Makanan ini bisa membuat anak merasa kenyang lebih lama dan akan kehilangan selera makan. Cukup kenalkan secara bertahap dan berikan sebagai sumber karbohidrat utama setelah anak berusia 5 tahun.
  5. Meskipun susu sangat penting diusia ini, pastikan anak tidak mendapat cairan yang berlebihan. Beberapa anak yang terlalu banyak minum akan makan lebih sedikit dan tidak mendapat kalori yang mereka butuhkan.
  6. Jika anak toleran terhadap laktosa atau alergi makanan tertentu, konsultasi dengan dokter agar kebutuhan nutrisi anak tetap tercukupi.

Suplemen dan vitamin tambahan untuk anak
Orang tua bisa bertanya dan berkonsultasi dengan dokter dan posyandu tentang apakah anak anda memerlukan suplemen dan vitamin tambahan atau tidak. Departemen kesehatan Amerika Serikat sendiri merekomendasikan agar anak usia 6 bulan sampai 5 tahun diberikan vitamin tetes A, C, dan D. Vitamin ini penting untuk anak dengan berat badan yang kurang dan yang kebutuhan nutrisinya tidak tercukupi.

Baca Juga : Suplemen Vitamin Herbal Yang Cocok Untuk Anak dan Balita

Mendapatkan tambahan vitamin bisa meningkatkan jumlah zat besi yang bisa diserap oleh tubuh balita, dan meningkatkan nafsu makannya. Meskipun demikian, suplemen zat besi tidak diperlukan kecuali jika direkomendasikan oleh dokter. Zat besi yang berlebihan justru bisa menghalangi penyerapan mineral lain, menyebabkan konstipasi, dan juga menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Dorong balita anda untuk tetap aktif bergerak
Berat badan kurang pada balita dan anak, bukanlah alasan untuk menghalangi mereka aktif bergerak. AKtivitas fisik ini justru akan membantu menguatkan tulang dan otot mereka. Konsultasikan kembali dengan dokter untuk mengetahui batasan aktivitas yang boleh mereka lakukan. Tidak lupa untuk terus merantau perkembangan anak selanjutnya. Semoga Bermanfaat:))

Ketahui Cara Awal Mendiagnosis Gejala Asma Pada Anak

Kesehatan anak – Asma merupakan peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran nafas yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang. Selain itu, jangan pernah meremehkan penyakit ini, karena bisa menyerang siapa saja, tidak mengenal usia. Yang berarti tidak terkecuali terjadi pada anak-anak. Untuk itu, penting bagi para orang tua mendiagnosis asma ketika anak-anak untuk memastikan perawatan yang tepat. Jika anda belum mengetahui bagaimana cara mendiagnosis asma pada anak, simak dibawah ini:

cara-mendiagnosis-gejala-asma-pada-anak

Pemeriksaan fisik
Ketika anak mengalami batuk dan kesulitan untuk bernafas di malam hari, sebaiknya anda sebagai orang tua harus segera berkonsultasi dengan dokter. Munculnya suara bersiul ketika bernafas bisa merupakan temuan umum asma. Melalui pemeriksaan, dokter akan memahami keparahan penyakit. Ini merupakan salah satu cara terbaik untuk mendiagnosis asma pada anak.

Gejala non-musiman
Alergi pollen umumnya keliru untuk asma. Sementara gejala serbuk sari terjadi musiman pada masa mekar dari setiap bunga tertentu. Perhatikan gejala yang sangat erta dan hati-hati untuk membuat diagnosis dini.

Sering melakukan infeksi saluran pernafasan
Infeksi pernafasan sering dianggap sebagai faktor resiko untuk pengembangan asma. Infeksi dan radang akan membuat jalan nafas tersumbat, menyebabkan anak kesulitan bernafas. Jadi, jika anak anda mengalami gejala demikian dan bersamaan dengan kseulitan bernafas, anda bisa mendiagnosis anak menderita asma.

Tes spirometri
Dengan spirometri, paru-paru anak diperiksa secara menyeluruh untuk menentukan kapasitas paru-paru. Ini merupakan metode analisis pernafasan yang bisa dilakukan untuk anak-anak di atas usia 5 tahun. Melalu tes ini, dokter bisa mendiagnosis asma dengan benar.

Baca Juga : Pengobatan Alami Asma Pada Anak

Dihembuskan oksida nitrat
Dengan dihembuskan uji oksida nitrat, anda bisa menemukan apakah anak mempunyai peradangan saluran nafas. Sebuah bagian mulut disimpan dan anak harus bernafas ke dalamnya. Nafas dihembuskan dan dikumpulkan kemudian diuji untuk tingkat oksida nitrat. Ini merupakan salah satu cara untuk mendiagnosis asma pada balita.

X-ray dada
Salah satu yang paling mudah dan sederhana untuk cara awal mendiagnosis asma pada anak ialah dengan mengambil x-ray dada. Hal ini bisa dilakukan oleh anak-anak dan orang dewasa. Untuk anak-anak diatas 5 tahum, dada x-ray merupakan metode diagnostis yang mudah dan bisa diandalkan untuk mendeteksi asma.

Itulah mungkin beberapa cara untuk mendiagnosa asma awal pada anak. Jika anda memiliki riwayat keluarga asma, maka kemungkinan lebih anak-anak anda juga bisa sama mengalami masalah asma. Jadi, perhatikan gejala awal asma pada anak-anak anda dan bantulah mereka untuk menjalani hidup yang lebih sehat. Semoga Bermanfaat:))

Langkah Awal Yang Efektif Mengatasi Mimisan Pada Anak

Kesehatan Anak – Tahukah anda jika anak ternyata lebih rentang mengeluarkan darah dari hidung (mimisan) dibandingkan orang dewasa. Mengapa demikian? karena pertumbuhan anak-anak ini masih tergolong rapuh. Dan ketika anak mengalami mimisan, orang tua sebaiknya tidak usah panik, karena sebagian besar kasus mimisan pada anak ini hanya disebabkan karena luka atau trauma pada lapisan mukosa hidung yang terdiri dari pembuluh-pembuluh darah halus.

Tapi jika pendarahan yang terjadi terus menerus bahkan sulit untuk dihentikan, sebaiknya langsung periksakan ke dokter, seperti dokter THT untuk menjalani pemeriksaan dan memastikan kelainan apa yang mungkin mendasari mimisan tersebut. Jika semuanya baik, maka mimisan tersebut mungkin terjadi karena bawaan pembuluh darah yang tipis/lebih lebar sehingga jika demam akan semakin lebar dan mudah robek.

Penyebab Terjadinya Mimisan Pada Anak

langkah-awal-mengatasi-mimisan-pada-anak

Penyebab mimisan pada anak diantaranya :

  1. Trauma / benturan, termasuk jika mengorek-ngorek hidung dengan terlalu berlebihan atau terlalu keras.
  2. Kelainan pembuluh darah lokal, biasanya bawaan, dimana pembuluh darah lebih lebar dan tipis, juga jaringan ikatnya lebih sedikit sehingga akan lebih mudah berdarah.
  3. Infeksi lokal pada rongga hidung.
  4. Karena penyakit tumor.
  5. Kelainan seperti darah tinggi, diabetes, dan juga masalah hati.
  6. Kelainan darah seperti hemofilia, penyakit von willebran.
  7. Kelainan kongenital atau bawaan seperti penyakit osler weber randu.
  8. Infeksi sistemik atau menyeluruh seperti demam berdarah.
  9. Gangguan hormon.
  10. Perubahan udara, udara yang kelembabannya rendah atau kering dan dingin.
  11. Demam, karena pada saat demam terjadi pelebaran pembuluh darah sehingga menjadi mudah robek dan mimisan.

Cara mengatasi mimisan pada anak

Cara Mengatasi Mimisan Pada Anak – Sebanyak 90% mimisan berhenti dengan sendirinya, dan 10% nya memerlukan tindakan khusus. Asal tidak terlambat mendapat penanganan, komplikasi berat bisa dihindari seperti syok sampai tak sadarkan diri, atau sampai mengalami anemia dan turunnya tekanan darah secara drastis. Dokter spesialis anak dari RS awal Bros Tangerang, Dr Robert Soetandio, SpA, MSi, Med, menyebutkan sejumlah tahapan pertolongan pertama pada anak yang mengalami mimisan, seperti:

  • Dudukkan anak, agar hidung lebih tinggi dari jantung. Jangan tidur terlentang karena aliran darah ke hidung bisa bertambah deras dan darah bisa tertelan ke belakang.
  • Bungkukkan badannya ke depan sedikit, lalu beri intruksi agar bernafas dari mulut.
    Tekang cuping hidung selama kurang lebih 5 menit.
  • Pada hidung anak bisa diberikan kompres dingin untuk memperlambat aliran darah ke hidung.
  • Jika setelah 5 menit mimisan belum juga berhenti, tekan lagi cuping hidung selama 10 menit.
  • Apabila masih tetap berdarah, bawa anak ke rumah sakit terdekat.
  • Dan jangan lupa, akan lebih baik lagi setelah melakukan pertolongan pertama, langsung segera konsultasi dengan dokter mengenai kondisi tersebut.

Langkah Menjaga Kesehatan Anak Yang Akan Mulai Bersekolah

Menjaga Kesehatan Anak | Ketika seorang anak berkontak dengan kuman dalam jumlah yang cukup banyak, ditambah dengan daya tahan tubuh yang sedang menurun, maka kemungkinan besar yang akan terjadi yaitu penyakit infeksi. Ketika terserang penyakit infeksi, gangguan kesehatan yang terjadi pun bisa memaksa seseorang untuk hanya mampu terkulai lemas di rumah dengan aktivitas yang terganggu. Bagaimana jika hal itu terjadi pada anak-anak? dan menjadikan kesehatan anak berkurang? tentunya ini akan membuat para orang tua menjadi cemas.

Penyakit infeksi ini bisa ditemui dimana saja termasuk ketika anak sedang berada di sekolah. Banyaknya anak-anak yang saling berkontak erat seperti saling bercanda tawa, saling bersentuhan, saling tukar menukar makanan atau minuman, bermain disembarang tempat, atau bahkan jajan sembarangan, bisa menjadi salah satu resiko mudahnya penyebaran kuman pada sang buah hati. Belum lagi jika buah hati bertemu dengan temannya yang sedang sakit, atau ada temannya yang belum bisa menjalankan kebiasaan diri yang sehat.

Untuk itu, sangat penting bagi para orang tua untuk mempersiapkan persiapan anak sebelum mereka mulai bersekolah. Imunisasi atau vaksinasi bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi kejadian penyakit infeksi yang bisa dicegah seperti hepatitis B, campak, polio, difteri, pertusis, tetanus dan lain sebagainya. Insiden beberapa macam penyakit infeksi pada masa kanak-kanak tersebut akan sangat berkurang jika semua anak yang memasuki usia sekolah memperoleh imunisasi secara lengkap.

menjaga-kesehatan-anak-menjelang-sekolah

Anak Akan Mulai Bersekolah? Jaga kesehatannya dengan langkah berikut ini!!!

Jika cakupan vaksinasi penyakit tertentu telah meliputi seluruh anak Indonesia, keadaan ideal ini bisa diikuti dengan menghilangnya penyakit tersebut sama sekali sampai tidak ada lagi anak-anak yang mengalaminya. Untuk itu, sangat disarankan untuk melengkapi vaksinasi yang didapat oleh anak.

Salah satu cara yang lainnya yang juga penting dalam menjaga kesehatan anak adalah praktik pola hidup bersih dan sehat. Cuci tangan juga merupakan salah satu cara utama dan terbaik untuk mengontrol dan mengurangi kejadian bermacam penyakit infeksi seperti infeksi saluran cerna dan infeksi saluran napas. Ajarkan anak untuk mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menjangkau seluruh area tangan, dan dalam melakukannya pun jangan terburu-buru. Waktu yang tepat untuk melakukan cuci tangan ialah:
** Saat sebelum makan
** Saat setelah menggunakan toilet
** Saa setelah bermain

Baca Juga : Cara Mudah Menjaga Kesehatan Anak Dengan Cuci Tangan

Cara mencuci tangan dengan baik dan benar harus diajarkan pada anak sedini mungkin. Karena cuci tangan menggunakan sabun menjadi cara tunggal yang terpenting untuk mempertahankan kesehatan tubuh dari penyebaran berbagai penyakit infeksi. Tangan yang tidak dicuci dengan bersih bisa menjadi pembawa berbagai macam infeksi pada tubuh. Semoga Bermanfaat:))

Masalah Kesehatan Anak Dengan Keterbelakangan Mental

Gangguan Kesehatan Anak | Setiap orang tentunya menginginkan kondisi tubuh yang sehat dan kuat. Saat kondisi tubuh mulai menurun maka segala cara pasti akan dilakukan untuk mengatasinya. Gaya hidup sehat dan juga pola makan yang teratur adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya berbagai masalah kesehatan. Menjaga kesehatan ini merupakan salah satu hal yang paling penting untuk menunjang segala aktivitas tubuh.

Seperti hal nya kesehatan seorang wanita pada saat hamil akan berpengaruh pada perkembangan dan kesehatan anak yang akan dilahirkan. Kondisi ibu hamil yang sehat akan sangat berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan dan begitupun sebaliknya. Sebenarnya menjaga kesehatan selama hamil sangat mudah, tapi banyak ibu hamil yang tidak mengetahui dan tidak memiliki pengetahuan tentang hal tersebut.

Dan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan selama menjalani kehamilan ialah dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Kebutuhan nutrisi ketika hamil akan meningkat dua kali lipat untuk menunjang perkembangan janin. Jika kebutuhan nutrisi tersebut tidak terpenuhi selama masa kehamilan, maka bisa saja berakibat fatal untuk perkembangan bayi. Seperti salah satunya bisa menyebabkan gangguan pada otak yang nantinya akan mengakibatkan keterbelakangan mental pada bayi. Bayi-bayi terlahir dengan keterbelakangan mental ini biasanya akan sangat mudah dan rentan terserang berbagai masalah kesehatan. Di bawah ini ada beberapa masalah medis yang rentan terjadi pada balita dengan keterbelakangan mental.

Masalah Kesehatan Anak Yang Sering Terjadi Pada Balita Dengan Keterbelakangan Mental

masalah-kesehatan-anak-dengan-keterbelakangan-mental

Kerusakan jantung
Terdapat sekitar 40% bayi yang dilahirkan dengan keterbelakangan mental dan mengalami kelainan pada jantung seperti perkembangan jantung yang tidak normal. Penanganan untuk kerusakan jantung ini harus dilakukan dengan metode pembedahan.

Kerusakan saluran pencernaan
Pada sebagian kasus, keterbelakangan mental pada anak juga akan mengalami kelainan pada saluran pencernaanya seperti terjadinya kerusakan pada usus. Kondisi demikian biasanya disebut dengan duodenal atresia atau terjadi penutupan pada usus bagian atas.

Sering terkena flu
Salah satu penyakit ringan yang sangat mudah menyerang balita dengan keterbelakangan mental. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh yang rendah sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam melawan serangan zat asing. Kondisi yang lebih parah lagi yakni saluran napas yang lebih mudah terkena infeksi seperti sinus dan infeksi pada telinga.

Gangguan penglihatan
Balita yang lahir dengan keterbelakangan mental biasanya akan mengalami masalah penglihatan. Hal ini karena fungsi otak yang mengontrol seluruh kinerja organ tubuh tidak berfungsi dengan baik. Kondisi seperti ini diakibatkan oleh kurangnya dukungan nutrisi pada saat bayi masih berada dalam kandungan. Masalah penglihatan yang umum terjadi pada anak dengan keterbelakangan mental ialah seperti mata juling, katarak, rabun jauh dan juga rabun dekat.

Gangguan pendengaran
Sebuah studi juga membuktikan bahwa ada 50% balita yang terlahir dengan keterbelakangan mental mengalami gangguan pendengaran. Mereka juga lebih rentan terserang infeksi telinga yang berkembang dan mengganggu sistem pendengaran.

Kelainan pada tulang belakang
Keterbelakangan mental memicu gangguan kesehatan yang lain seperti kelainan pada tulang belakang. Hal ini dikarenakan kurangnya asupan nutrisi seperti asam folat ketika hamil sehingga pembentukkan sumsum tulang belakang tidak berjalan dengan baik. Balita yang mengalami masalah kesehatan ini sangat rentan mengalami kerusakan pada ruas tulang belakang saat beraktivitas.

Hipotiroidisme
Kelainan fungsi tiroid sangat mungkin terjadi pada anak dengan keterbelakangan mental. Kondisi seperti ini akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia anak. Untuk itu, anak yang mengalami keterbelakangan mental sebaiknya harus diperiksa secara rutin setiap tahunnya.

Mungkin itulah beberapa gangguan kesehatan anak dengan keterbelakangan mental yang mungkin terjadi. Jadi sangat penting bagi ibu hamil untuk menerapkan hidup sehat agar janin yang dikandungpun ikut sehat sampai menuju proses melahirkan. Semoga Bermanfaat:))