Hati Hati Penyebab Penyakit Konstipasi Akut Pada Bayi

Hati Hati Penyebab Penyakit Konstipasi Akut Pada Bayi | Konstipasi atau sembelit ini diartikan sebagai gangguan pencernaan yang bisa menyebabkan keluhan saat Buang Air Besar (BAB). Tidak hanya menyerang orang dewasa, kondisi seperti ini juga bisa menyerang anak-anak dan bahkan menyerang bayi. Pada kesempatan kali ini Obat Anak Kecil Akan membahas seputar penyebab dan solusi untuk mengatasi konstipasi pada bayi.

konstipasi pada bayi

Mengenal Sistem Pencernaan Bayi

Saat bayi baru lahir, kotorannya akan sedikit hitam, tebal, dan terasa lengket atau sering disebut meconium. Meconium ini terbentuk dari segala zat sisa pada usus bayi yang terkumpul selama masa kehamilan. Meconium akan keluar dengan sendirinya pada hari-hari pertama setelah kelahiran si kecil.

Pada saat bayi mengkonsumsi ASI, pencernaan mereka pun mulai bekerja sebagai limbah buangan, dan saat itulah si kecil buang air besar. Para ahli mengungkapkan bahwa tinja si kecil ini berbeda dengan yang lainnya, tapi yang terpenting ialah rutinitas intervalnya. Saat BAB si kecil lebih jarang dari biasanya, mungkin saja mereka mengalami sembelit.

Bayi yang mengkonsumsi ASI akan cenderung lebih jarang mengalami masalah konstipasi jika dibandingkan dengan bayi yang mengkonsumsi susu formula. Hal ini terjadi karena ASI merupakan sumber nutrisi yang ideal bagi si kecil, sehingga kandungan zat gizinya akan di serap sempurna oleh tubuh si kecil tanpa menimbulkan gangguan pencernaan.

Penyebab Adanya Konstipasi Pada Bayi

Konstipasi bayi pada umumnya disebabkan karena dehidrasi atau pola makan yang tidak seimbang. 1 dari 20 kasus konstipasi bisa disebabkan karena kondisi medis khusus seperti:

  • Efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi oleh bayi
  • Tidak cocoknya dengan jenis makanan tertentu
  • Penyakit Hirschsprung, atau gangguan pada sistem saraf di usus
  • Kelainan pada sumsum tulang belakang
  • Dan Kelainan pada anus

Cara Mengatasi Konstipasi Ringan Pada Bayi

Khusus untuk konstipasi ringan, perubahan pola makan pun bisa membantu mengatasi kondisi tersebut. Berikut ada beberapa cara yang bisa orang tua lakukan untuk mengatasi sembelit ringan pada bayi:

  • Memberikan buah-buahan yang kaya akan serat seperti apel, pir atau prune dalam porsi yang kecil yang bisa menghasilkan reaksi pencahar. Tapi tidak lupa untuk memastikan si kecil minum cukup air.
  • Dorong anak untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang berserat tinggi tapi tidak memaksanya. Jika anak bersedia, berikan pujian pada anak.
  • Sampai pada usia 12 bulan, pencernaan bayi belum bisa menyerap gula merah. Jadi campurkan setengah sendok gula teh gula merah pada susu formula, ASI yang diperas atau air matang dan berikan pada anak. Gula merah tersebut akan tertinggal pada usus bayi dan bisa menimbulkan reaksi pencahar.

Jika cara diatas masih belum memberikan perubahan baik pada si kecil, kunjungi dokter agar mendapatkan saran dan penanganan yang tepat untuk si kecil.

Lalu Kapan Menghubungi Dokter?

  1. Jika terjadi peningkatan frekuensi BAB si kecil secara drastis. Seperti jika biasanya bayi buang kotoran setiap hari, dan sekarang berubah menjadi 3 hari sekali.
  2. Jika Kotoran Bayi keras.
  3. Jika nafsu makan bayi berkurang.
  4. Jika bayi merasa sakit saat mengeluarkan kotoran.
  5. Jika kotoran bayi keluar disertai dengan bercak darah.

Penanganan Medis Untuk Konstipasi Pada Bayi

Jika bayi mengalami konstipasi, dokter akan menyarankan untuk proses membersihkan sistem pencernaan bayi. Penanganan seperti ini mungkin berupa pemberian obat-obatan pencahar khusus bayi untuk memudahkan pengeluaran kotoran. Obat pencahar perlu diberikan pada bayi sampai bayi terbiasa mengeluarkan kotoran yang lunak dan tanpa merasa sakit. Setelahnya, kita bisa mengurangi penggunaan obat pencahar sedikit demi sedikit.

Untuk kondisi yang lebih ringan lagi, dokter hanya akan menyarankan untuk perubahan pola makan, memperbanyak asupan cairan, dan merekomendasikan penggunaan pelumas khusus untuk diaplikasikan pada daerah anus si kecil untuk mempermudah pengeluaran feses.

Pastikan juga dokter memberi tahu apa yang harus dilakukan jika si kecil tidak mengalami reaksi pencernaan selama lebih 24 jam. Semoga Bermanfaat:))