Mengenal Jenis Vaksin Yang Wajib Diberikan Pada Anak

Obat Anak Kecil Tradisional Indonesia pada kali ini akan mengulas Apa Saja Jenis Vaksin Yang Wajib Diberikan Pada anak? Vaksinasi merupakan salah satu investasi kesehatan untuk masa depan. Pemberian vaksin merupakan cara untuk melindungi seseorang dari penyakit yang berbahaya dan mematikan terutama bagi bayi dan anak-anak.

Pemberian vaksin sendiri dimulai sesaat setelah bayi terlahir ke dunia. Karena bayi dan anak-anak merupakan kelompok yang rentan terserang penyakit. Untuk itu penting bagi bayi dan anak-anak untuk mendapat vaksin sebagai upaya memperoleh kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Lalu Jenis Vaksin Apa Saja Yang Wajib Diberikan Pada Anak? Simak selengkapnya dibawah ini:

Jenis Vaksin Yang Wajib Diberikan Pada Anak

vaksin yang wajib diberikan pada anak

BCG (Bacille Calmette Guerin)
Vaksin ini diberikan pada bayi untuk mencegah bayi dari penyakit tuberkulosis atau TBC yang disebabkan oleh virus tubercle bacii. Vaksin ini juga diberikan hanya satu kali pada bayi usia antara 2-3 bulan.

Hepatitis B
Vaksin ini diberikan untuk mencegah masuknya virus hepatitis B yang dapat menyebabkan bayi terkena penyakit hati. Vaksin hepatitis B juga biasanya diberikan sebanyak 3x pada waktu 12 jam setelah lahir, usia 1 bulan dan kemudian pada usia 6 bulan.

Polio
Vaksin ini berfungsi untuk menghindarkan bayi dari penyakit polio. Vaksin polio mulai diberikan pada kunjungan pertama setelah lahir. Dan selanjutnya diberikan 3x, pada usia bayi 2, 4, dan 6 bulan. Dan diulang pada usia 18 bulan dan 5 tahun.

DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)
Vaksin jenis ini diberikan untuk membentuk sistem imun bayi terhadap 3 penyakit sekaligus yakni difteri, pertusis dan tetanus. Vaksin ini diberikan pertama kali pada bayi usia 2 bulan, kemudian usia 4 dan 6 bulan. Dan diulang pada usia 18 bulan dan 5 tahun.

Campak
Vaksin campak digunakan untuk mencegah bayi terserang virus campak. Sebenarnya tanpa imunisasi bayi sudah mendapatkan sistem imun dari ibunya. Tapi seiring dengan usia nya yang bertambah, sistem imun dari ibunya menurun sehingga bayi memerlukan vaksin untuk bisa mencegah penyakit campak. Vaksin campak bisa diberikan saat anak usia 9 bulan.

Rotavirus
Vaksin ini bisa mencegah diare berat pada bayi akibat rotavirus yakni virus penyebab umum peradangan lambung dan usus halus pada bayi. Biasanya vaksin ini diberikan sebanyak 3x pada bayi usia 2, 4, dan 6 bulan.

Hib (HAemophilus influenza type B)
Jenis vaksin ini melindungi tubuh anak dari virus Haemophilus influenza type B yang bisa menyebabkan penyakit meningitis (radang selaput otak), pneumonia (infeksi paru) dan infeksi pada katup pita suara dan tabung suara. Vaksin jenis ini juga diberikan pada bayi usia 2, 4, 6, dan antara 15-18 bulan.

PCV (Pneumokokus)
Vaksin PCV bertujuan melindungi bayi dari bakteri pneumokokus yang bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan infeksi telinga juga diberikan pada usia 2, 4, 6 bulan serta antara 12-15 bulan.
InfluenzaVaksin influenza bisa melindungi bayi dari influenza yakni penyakit yang menyerang saluran pernafasan.

MMR (Measles, Mumps, Rubella)
Vaksin ini melindungi dari virus campak, gondongan dan rubella (campak jerman) dan biasanya diberikan pada bayi usia 15 bulan, diulang lagi pada usia 6 tahun.

Tifoid
Vaksin yang melindungi bayi dari bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan penyakit tipus. Vaksin ini biasanya diberikan pada usia 6 tahun.

Hepatitis A
Vaksin yang bertujuan untuk melindungi bayi dati virus hepatitis A yang bisa menyebabkan penyakit hati ini biasanya diberikan pada bayi diatas usia 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun.

Varisela
Vaksin yang bertujuan untuk melindungi bayi dari penyakit cacar air, dan biasa diberikan ketika anak usia 1 tahun, tapi lebih baik diberikan sebelum masuk Sekolah Dasar.

HPV (Human Papiloma Virus)
Vaksin ini bisa melindungi anak dari Human Papiloma Virus yang bisa menyebabkan kanker mulut rahim. Biasa diberikan pada anak diatas usia 10 tahun sebanyak 3x.

Demikian mengenai Jenis Vaksin Yang Wajib Diberikan Pada Anak, Untuk saat ini sebaiknya para orang tua lebih berhati-hati setelah beredarnya vaksin palsu yang malah berbahaya bagi kesehatan anak. Semoga Artikel ini Bermanfaat:)) Terimakasih.