Tag Archives: leukimia anak

Makanan Sehat Untuk Anak Penderita Penyakit Leukimia

Kesehatan anakLeukimia anak atau yang biasa disebut dengan kanker darah termasuk penyakit yang serius dan mematikan bagi penderitanya khususnya anak-anak. Kebanyakan orang beranggapan bahwa penyakit ini tidak bisa disembuhkan, tapi dengan ilmu pengobatan yang semakin berkembang pencegahan serta proses penanganan penyakit ini bisa dilakukan.

Pada umumnya, pengobatan dilakukan dalam penyembuhan penderita leukimia dengan melakukan kemoterapi, radioterapi, dan pencakokan sumsum tulang belakang. Bagi anda yang mengalami leukimia atau sedang dalam masa penyembuhan, akan lebih baik jika anda mengatur pola dan asupan makanan yang anda konsumsi untuk membantu pemulihan tubuh anda. Asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh anda akan sangat penting terlebih bagi penderita penyakit parah seperti leukimia. Makanan Untuk penderita leukimia anak.

Rekomendasi Makanan Yang Baik Untuk Penderita Leukimia

makanan sehat untuk penderita leukimia anak

Susu
Penurunan berat badan yang signifikan serta kondisi tubuh yang lemah selama dalam proses pengobatan leukimia anak bisa anda kembalikan dengan mengkonsumsi susu. Kandungan gizi dan vitamin yang terdapat pada susu bisa mempercepat penambahan berat badan serta meningkatkan kondisi tubuh anda kembali normal.

Buah-buahan
Mengkonsumsi buah-buahan memberikan efek yang tidak langsung terasa bagi tubuh penderita leukimia, tapi kandungan antioksidan dan vitamin C yang terdapat pada buah bisa menghambat proses mutasi dan kerusakan DNA yang lebih parah juga bisa menghentikan pertumbuhan kanker dan leukimia. Selain itu, kandungan kalium pada buah seperti pisang juga bisa mengurangi resiko leukimia dan bisa membantu proses penyembuhan lebih cepat. Pilihlah buah-buahan yang kaya akan vitamin C dan antioksidan seperti pisang, pepaya, jeruk, dan jenis buah yang lainnya.

Ikan salmon dan tuna
Dengan kandungan zat omega-3 yang terdapat pada ikan salmon dan tuna diketahui bisa menurunkan resiko terkena penyakit kanker. Karenanya, mengkonsumsi ikan ini disarankan untuk penderita leukimia yang masih dalam proses pemulihan.

Gandum
Setiap ½ gelas gandum setara dengan 10 gram dari kebutuhan serat yang digunakan untuk menurunkan tingkat estrogen dalam tubuh. Para ahli berpendapat, bahwa tingkat estrogen yang tinggi dalam tubuh akan semakin merangsang pertumbuhan sel kanker. Konsumsi gandum bisa didapatkan dengan gandung berbentuk sereal, dan anda bisa menyajikannya dengan segelas susu untuk dikonsumsi oleh penderita leukimia.

Setelah anda mengetahui jenis makanan yang baik dikonsumsi oleh penderita leukimia, anda juga harus mengetahui makanan dan minuman yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita leukimia. Di bawah ini daftar makanan yang harus dihindari:

  • Buah-buahan seperti nangka, durian, nanas, lengkeng, anggur, beberapa buah tersebut mengandung zat yang bisa mendorong tumbuhnya sel kanker. Jadi, sebisa mungkin hindari jenis buah-buahan tersebut dari penderita leukimia.
  • Cabai, karena bisa mempengaruhi dan menurunkan jumlah oksigen dalam tubuh.
  • Sawi putih dan kankung, yang juga mempunyai dampak yang tidak baik bagi penderita yang tengah menjalani pengobatan, karena bisa mengurangi kinerja obat.
  • Tauge, memiliki dampak buruk bagi penderita kanker darah karena zat yang ada di dalamnya bisa mendorong pertumbuhan sel kanker lebih cepat.
  • Semua makanan yang diawetkan dan di bakar.
  • Seafood, seperti udang, kepiting, kerang,, dan cumi yang harus dihindaari karena mengandung lemak yang sangat tinggi.
  • Alkohol dan soda, atau beberapa minuman seperti es, softdrink, alkohol, bir, yang juga mempunyai dampak buruk bagi kelancaran peredaran darah.
  • Daging-dagingan, seperti danging kerbau, kambing, sapi atau babi yang perlu dihindari karena daging memfasilitasi pertumbuhan sel yang tidak normal.

Disarankan untuk anda agar selalu berkonsultasi dengan dokter ahli untuk menanyakan makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh penderita leukimia. Semoga bermanfaat 🙂          

Penyebab, Gejala Dan Pengobatan Leukimia Pada Anak

Penyakit Anak KecilPenyakit Anak leukimia atau biasa dikenal dengan kanker darah, merupakan penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah dari tubuh dan sumsum tukang belakang. Leukimia ini termasuk jenis kanker yang menjangkit semua etnis dan ras manusia, dari semua jenis usia mulai dari anak sampai dewasa. Bahkan menurut penelitian, sepertiga kematian anak yang berusia 15 tahun kebawah disebabkan oleh leukimia . Hal ini tentunya cukup tinggi jika dibandingkan dengan jenis kanker lainnya yang mungkin terjadi pada anak.

Lebih dalam lagi, leukimia ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebabnya. Gejala leukimia ini termasuk ke dalam penyakit yang cukup sulit untuk dideteksi. Kebanyakan dari kasus leukimia yang terjadi, baru diberi perawatan setelah kanker darah terebut sudah memasuki stadium yang lebih parah. Hal ini menyebabkan perawatan yang diberikan lebih sulit untuk dilakukan dan proses penyembuhan pun menjadi lebih sulit dan lebih lama.

penyebab gejala dan pengobatan leukimia pada anak

Penderita leukimia akan mengalami keadaan yang tidak normal pada sel darah, dimana sel tempat memproduksi darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid mengalami pembelahan secara massif. Akibatnya, menjadi lebih banyak secara ekstrim sampai keluar dari ‘wilayah’ sumsum ke bagian darah perifer. Dengan sel produsen darah ini menjadi tidak normal, maka pembentukan sel darah dan imunitas menjadi terganggu.

Penyebab Leukimia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyebab leukimia pada anak ini belum diketahui secara pasti. Tapi faktor keturunan dan lingkungan sering dikaitkan sebagai penyebab terjadinya leukimia pada anak. Tapi, banyak juga ahli yang menghubungkan terjadiny produksi sel di dalam darah yang tidak normal ini mempunyai hubungan dengan beberapa faktor seperti :

Keturunan
Bagi anak yang mempunyai orang tua penderita kanker darah, mereka juga mempunyai resiko tinggi untuk menderita penyakit yang serupa. Bukan hanya itu, apabila anak mempunyai saudara atau saudara kembar identik yang menderita leukimia, maka kemungkinan dia akan mengalami sakit yang sama besar.

Radiasi tingkat tinggi
Paparan radiasi mempunyai bahaya yang bisa membuat sel mengalami mutasi terlebih pada anak-anak. Mutasi sel yang terjadi pada salah satunya ialah sel menjadi berubah fungsi. Seperti misalnya sel yang seharusnya menyokong sistem peredaran darah justru berubah menjadi menyerang sistem kekebalan tubuh sendiri. Anak-anak bisa terpapar radiasi tinggi seperti misalnya jika dia sering melakukan foto rontgen di laboratorium radiologi, juga bisa membuatnya terpapar radiasi yang tinggi.

Zat kimia
Faktor lain yang dianggap menyebabkan leukimia ialah karena anak sering berinteraksi dengan zat kimia yang sudah diidentifikasi bisa mempengaruhi frekuensi leukimia. Zat kimia tersebut bisa berasal dari racun lingkungan benzena dan berbahan kimia beracun insektisida. Bukan hanya itu, obat kemoterapi juga dianggap bisa meningkatkan resiko leukimia.

Penderita sindrom down
Ada yang beranggapan juga bahwa sindrom down merupakan salah satu faktor resiko penyebab leukimia pada anak. Menurut para ahli, penderita sindrom down sering dijumpai mengalami leukimia akut 20x lebih banyak dibandingkan dengan anak normal.

Transplantasi organ
Transplantasi organ juga dianggap mempunyai keterkaitan terhadap terjadinya leukimia. Anak yang pernah mengalami transplantasi organ ini dianggap mempunyai resiko leukimia yang tinggi.

Virus
Kanker darah atau leukimia juga bisa disebabkan oleh virus. Virus leukimia dikenal dengan cirus retrovirus. Selain itu, virus penyebab leukimia juga bisa seperti virus leukimia feline dan HTLV-1 pada orang dewasa.

Gejala leukimia pda anak

Sebagai orang tua juga kita perlu memperhatikan jika anak menunjukkan gejala leukimia. Jika anda bisa mendeteksi gejala leukimia pada anak lebih cepat, maka pengobatan pun akan bisa diberikam dengan lebih cepat. Untuk itu, mari kita simak gejala leukimia pada anak seperti :

  • Pucat
  • Demam terus menerus
  • Mengalami pembengkakkan
  • Sakit tulang
  • Mudah berdarah dan memar
  • Mudah terinfeksi

penyebab gejala dan pengobatan leukimia pada anak

Stadium Leukimia Pada Anak

Kanker mempunyai stadium tertentu yang berbeda-beda untuk menentukan sudah sejauh mana kanker yang dialami sudah menginvasi tubuh sipenderita. Di bawah ini juga ada tingkat stadium untuk kanker darah atau leukimia :

Stadium o, stadium awal yang dialami oleh penderita dan belum ada gejala yang secara jelas dirasakan oleh penderitanya, tapi sudah ada ketidaknormalan sel yang bisa dideteksi.
Stadium 1, Pada stadium ini anak penderita leukimia akan mengalami pendarahan jika terjadi luka. Luka yang dialami anak ini akan sulit menutup dan darahnya sulit membeku. Akibatnya, anak menjadi mudah terkena anemia.
Stadium 2, yang termasuk ke dalam stadium lanjut yang dimana pada stadium ini anak baru di bawa untuk berkonsultasi ke dokter tentang penyakit yang dialaminya. Padahal jika baru melakukan pengobatan pada tahap ini, maka pengobatan akan lebih sulit.
Stadium 3, pada stadium ini biasanya sel kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening didekatnya. Pada stadium ini biasanya anak mengalami pembengkakkan atau benjolan di daerah tertentu.
Stadium 4, atau stadium akhir dari penyakit kanker. Pada stadium ini, anak yang menderita kanker darah atau leukimia akan menunjukkan gejala pendarahan yang semakin sering, tubuh anak akan semakin mudah terluka. Bukan hanya itu, anak juga akan semakin mudah mengalami infeksi dan sesak napas. Anemia yang diderita anak akan menjadi semakin parah, kerusakan organ akan terus berlanjut.

Dengan cepatnya penyebaran kanker darah diatas, maka terdeteksi dini kanker darah atau leukimia pada anak sangat dibutuhkan. Semakin cepat orang tua mengenali gejala leukimia dan membawa ke dokter, maka akan semakin cepat pula penanganan diberikan. Hal ini bisa meningkatkan harapan hidup dan kesembuhan anak penderita leukimia untuk sembuh semakin tinggi.

Pemeriksaan Leukimia Pada Anak

pemeriksaan leukimia yang dilakukan yakni dengan pemeriksaan fisik seperti misalnya dengan melihat apakah ada benjolan di bagian tubuh tertentu, dan mengecek apakah anak menunjukan tanda-tanda anemia seperti mata pucat, tubuh lemas atau yang lainnya. Selain itu, ada juga tes darah lengkap, CT scan, MRI, biopsi sumsum tulang, apusan darah tepi, dan analisis cytogenic juga tekan tulang belakang. Dengan melakukan pemeriksaan lebih cepat, diharapkan leukimia pada anak akan segera ditangani. Dengan begitu, kemungkinan anak untuk sembuh juga akan lebih tinggi.

Pengobatan Leukimia Pada Anak

Seperti kanker pada umumnya, pilihan pengobatan kanker darah pada anak yang bisa dilakukan ialah dengan kemoterapi. Selain itu, penderita leukimia juga bisa mencoba terapi radiasi, transplantasi sumsum tulang belakang dan terapi biologi.

Bagi anak yang menderita leukimia stadium lanjut, bisa mencoba untuk memberi pengobatan dengan terapi sasaran. Tapi, terapi ini sebaiknya tetap didampingi dengan kemoterapi. Terapi sasaran bertujuan untuk membuat penderita leukimia bisa menerima tindakan operasi sehingga sel kanker yang mulai menyebar bisa dicegah pencegahannya. Hal ini juga bermanfaat untuk membuat tumor menjadi lebih kecil dan bisa dipotong.

Leukimia pada anak yang sudah mencapai stadium 3 biasanya sudah menyebar ke organ tubuh lainnya. Dan gejala yang ditunjukkan pun akan semakin parah. Tapi, upaya pengobatan harus tetap dilakukan dengan tujuan untuk membuat rasa sakit yang dirasakan anak leukimia menjadi berkurang. Semoga Bermanfaat 🙂