Tag Archives: pengobatan leukimia anak

Penyebab, Gejala Dan Pengobatan Leukimia Pada Anak

Penyakit Anak KecilPenyakit Anak leukimia atau biasa dikenal dengan kanker darah, merupakan penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah dari tubuh dan sumsum tukang belakang. Leukimia ini termasuk jenis kanker yang menjangkit semua etnis dan ras manusia, dari semua jenis usia mulai dari anak sampai dewasa. Bahkan menurut penelitian, sepertiga kematian anak yang berusia 15 tahun kebawah disebabkan oleh leukimia . Hal ini tentunya cukup tinggi jika dibandingkan dengan jenis kanker lainnya yang mungkin terjadi pada anak.

Lebih dalam lagi, leukimia ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebabnya. Gejala leukimia ini termasuk ke dalam penyakit yang cukup sulit untuk dideteksi. Kebanyakan dari kasus leukimia yang terjadi, baru diberi perawatan setelah kanker darah terebut sudah memasuki stadium yang lebih parah. Hal ini menyebabkan perawatan yang diberikan lebih sulit untuk dilakukan dan proses penyembuhan pun menjadi lebih sulit dan lebih lama.

penyebab gejala dan pengobatan leukimia pada anak

Penderita leukimia akan mengalami keadaan yang tidak normal pada sel darah, dimana sel tempat memproduksi darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid mengalami pembelahan secara massif. Akibatnya, menjadi lebih banyak secara ekstrim sampai keluar dari ‘wilayah’ sumsum ke bagian darah perifer. Dengan sel produsen darah ini menjadi tidak normal, maka pembentukan sel darah dan imunitas menjadi terganggu.

Penyebab Leukimia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyebab leukimia pada anak ini belum diketahui secara pasti. Tapi faktor keturunan dan lingkungan sering dikaitkan sebagai penyebab terjadinya leukimia pada anak. Tapi, banyak juga ahli yang menghubungkan terjadiny produksi sel di dalam darah yang tidak normal ini mempunyai hubungan dengan beberapa faktor seperti :

Keturunan
Bagi anak yang mempunyai orang tua penderita kanker darah, mereka juga mempunyai resiko tinggi untuk menderita penyakit yang serupa. Bukan hanya itu, apabila anak mempunyai saudara atau saudara kembar identik yang menderita leukimia, maka kemungkinan dia akan mengalami sakit yang sama besar.

Radiasi tingkat tinggi
Paparan radiasi mempunyai bahaya yang bisa membuat sel mengalami mutasi terlebih pada anak-anak. Mutasi sel yang terjadi pada salah satunya ialah sel menjadi berubah fungsi. Seperti misalnya sel yang seharusnya menyokong sistem peredaran darah justru berubah menjadi menyerang sistem kekebalan tubuh sendiri. Anak-anak bisa terpapar radiasi tinggi seperti misalnya jika dia sering melakukan foto rontgen di laboratorium radiologi, juga bisa membuatnya terpapar radiasi yang tinggi.

Zat kimia
Faktor lain yang dianggap menyebabkan leukimia ialah karena anak sering berinteraksi dengan zat kimia yang sudah diidentifikasi bisa mempengaruhi frekuensi leukimia. Zat kimia tersebut bisa berasal dari racun lingkungan benzena dan berbahan kimia beracun insektisida. Bukan hanya itu, obat kemoterapi juga dianggap bisa meningkatkan resiko leukimia.

Penderita sindrom down
Ada yang beranggapan juga bahwa sindrom down merupakan salah satu faktor resiko penyebab leukimia pada anak. Menurut para ahli, penderita sindrom down sering dijumpai mengalami leukimia akut 20x lebih banyak dibandingkan dengan anak normal.

Transplantasi organ
Transplantasi organ juga dianggap mempunyai keterkaitan terhadap terjadinya leukimia. Anak yang pernah mengalami transplantasi organ ini dianggap mempunyai resiko leukimia yang tinggi.

Virus
Kanker darah atau leukimia juga bisa disebabkan oleh virus. Virus leukimia dikenal dengan cirus retrovirus. Selain itu, virus penyebab leukimia juga bisa seperti virus leukimia feline dan HTLV-1 pada orang dewasa.

Gejala leukimia pda anak

Sebagai orang tua juga kita perlu memperhatikan jika anak menunjukkan gejala leukimia. Jika anda bisa mendeteksi gejala leukimia pada anak lebih cepat, maka pengobatan pun akan bisa diberikam dengan lebih cepat. Untuk itu, mari kita simak gejala leukimia pada anak seperti :

  • Pucat
  • Demam terus menerus
  • Mengalami pembengkakkan
  • Sakit tulang
  • Mudah berdarah dan memar
  • Mudah terinfeksi

penyebab gejala dan pengobatan leukimia pada anak

Stadium Leukimia Pada Anak

Kanker mempunyai stadium tertentu yang berbeda-beda untuk menentukan sudah sejauh mana kanker yang dialami sudah menginvasi tubuh sipenderita. Di bawah ini juga ada tingkat stadium untuk kanker darah atau leukimia :

Stadium o, stadium awal yang dialami oleh penderita dan belum ada gejala yang secara jelas dirasakan oleh penderitanya, tapi sudah ada ketidaknormalan sel yang bisa dideteksi.
Stadium 1, Pada stadium ini anak penderita leukimia akan mengalami pendarahan jika terjadi luka. Luka yang dialami anak ini akan sulit menutup dan darahnya sulit membeku. Akibatnya, anak menjadi mudah terkena anemia.
Stadium 2, yang termasuk ke dalam stadium lanjut yang dimana pada stadium ini anak baru di bawa untuk berkonsultasi ke dokter tentang penyakit yang dialaminya. Padahal jika baru melakukan pengobatan pada tahap ini, maka pengobatan akan lebih sulit.
Stadium 3, pada stadium ini biasanya sel kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening didekatnya. Pada stadium ini biasanya anak mengalami pembengkakkan atau benjolan di daerah tertentu.
Stadium 4, atau stadium akhir dari penyakit kanker. Pada stadium ini, anak yang menderita kanker darah atau leukimia akan menunjukkan gejala pendarahan yang semakin sering, tubuh anak akan semakin mudah terluka. Bukan hanya itu, anak juga akan semakin mudah mengalami infeksi dan sesak napas. Anemia yang diderita anak akan menjadi semakin parah, kerusakan organ akan terus berlanjut.

Dengan cepatnya penyebaran kanker darah diatas, maka terdeteksi dini kanker darah atau leukimia pada anak sangat dibutuhkan. Semakin cepat orang tua mengenali gejala leukimia dan membawa ke dokter, maka akan semakin cepat pula penanganan diberikan. Hal ini bisa meningkatkan harapan hidup dan kesembuhan anak penderita leukimia untuk sembuh semakin tinggi.

Pemeriksaan Leukimia Pada Anak

pemeriksaan leukimia yang dilakukan yakni dengan pemeriksaan fisik seperti misalnya dengan melihat apakah ada benjolan di bagian tubuh tertentu, dan mengecek apakah anak menunjukan tanda-tanda anemia seperti mata pucat, tubuh lemas atau yang lainnya. Selain itu, ada juga tes darah lengkap, CT scan, MRI, biopsi sumsum tulang, apusan darah tepi, dan analisis cytogenic juga tekan tulang belakang. Dengan melakukan pemeriksaan lebih cepat, diharapkan leukimia pada anak akan segera ditangani. Dengan begitu, kemungkinan anak untuk sembuh juga akan lebih tinggi.

Pengobatan Leukimia Pada Anak

Seperti kanker pada umumnya, pilihan pengobatan kanker darah pada anak yang bisa dilakukan ialah dengan kemoterapi. Selain itu, penderita leukimia juga bisa mencoba terapi radiasi, transplantasi sumsum tulang belakang dan terapi biologi.

Bagi anak yang menderita leukimia stadium lanjut, bisa mencoba untuk memberi pengobatan dengan terapi sasaran. Tapi, terapi ini sebaiknya tetap didampingi dengan kemoterapi. Terapi sasaran bertujuan untuk membuat penderita leukimia bisa menerima tindakan operasi sehingga sel kanker yang mulai menyebar bisa dicegah pencegahannya. Hal ini juga bermanfaat untuk membuat tumor menjadi lebih kecil dan bisa dipotong.

Leukimia pada anak yang sudah mencapai stadium 3 biasanya sudah menyebar ke organ tubuh lainnya. Dan gejala yang ditunjukkan pun akan semakin parah. Tapi, upaya pengobatan harus tetap dilakukan dengan tujuan untuk membuat rasa sakit yang dirasakan anak leukimia menjadi berkurang. Semoga Bermanfaat 🙂