Tag Archives: penyakit anak

Bahan Alami Pengusir Sakit Radang Amandel Pada Anak

Penyakit anakRadang amandel pada anak merupakan infeksi atau radang pada amandel. Amandel sendiri merupakan bola dari jaringan getah bening di kedua sisi tenggorokan bagian atas dan belakang lidah. Bola ini merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh karena membantu tubuh melawan infeksi.

radang amandel pada anak
Radang amandel seringkali terjadi pada anak-anak, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada anak-anak. Radang amandel merupakan penyakit yang menular dan sangat cepat menular dari satu orang ke orang lainnya.

Untuk mencegah penularan, maka dalam pengobatannya memerlukan tindakan yang tepat. Ada banyak obat-obatan untuk radang amandel, tapi jika anda lebih suka menggunakan obat alami, anda bisa mencoba dengan obat dari bahan alami di bawah ini:

bahan alami untuk mengusir amandelAir Garam
Pengobatan radang amandel yang paling mudah yang pertama ialah dengan berkumur air garam hangat. Air hangat mempunyai efek menenangkan, sedangkan garam bisa membantu mengurangi peradangan dengan membunuh virus dan bakteri.

Lemon dan Madu
Buah lemon mempunyai sifat anti-virus, anti-bakteri, dan anti-inflamasi sehingga ampuh merawat infeksi dan peradangan. Bukan hanya itu, kandungan vitamin C di dalam lemon juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi.

Daun Kemangi
Daun kemangi merupakan sayuran yang mempunyai manfaat sebagai obat karena mempunyai sifat anti-virus, dan anti-peradangan. Selain itu, sifat penyembuhan dan sifat menenangkan daun kemangi bisa membantu mengurangi pembengkakkan dan rasa sakit.

Kunyit
Rempah kunyit ini merupakan rempah anti-peradangan dan anti septik alami yang cukup kuat. Tidak heran jika kunyit mampu melawan infeksi amandel dan melegakan gejala amandel yang menyebalkan.

Kayu manis
Tidak hanya sebagai bumbu masakan, kayu manis juga bisa mengobati radang amandel. Pasalnya, kayu manis kaya akan sifat anti-mikroba sehingga mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme lainnya yang melekat di amandel. Dengan demikian, kayu manis membantu mengurangi pembengkakkan, rasa sakit dan peradangan.

Jeruk nipis
Karena jeruk nipis ini mempunyai kandungan zat anti-bakteri yang cocok dan baik untuk kesehatan termasuk untuk mengobati radang amandel.

Kulit manggis
Obat amandel tradisional yang selanjutnya ialah dengan kulit manggis. Kulit manggis memang mempunyai banyak kandungan yang bis menyehatkan tubuh dan bisa melawan berbagai penyakit yang salah satunya sebagai obat amandel bengkak pada anak.

Itulah beberapa bahan alami yang bisa membantu mengatasi penyakit radang amandel. Jika dengan obat radang amandel anak diatas sakit amandel bengkak anak tidak berkurang, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Semoga bermanfaat 🙂

Apakah Amandel Besar Pada Anak Diperlukan Operasi?

amandel-besar-pada-anak

Kesehatan Anak – Dalam kegiatan sehari-hari dokter praktek anak, salah satu kejadian yang sering dijumpai ialah pertanyaan orang tua tentang penyakit amandel pada anak. Biasanya jika seorang anak mengalami demam, batuk, pilek, dalam pikiran orang tuanya anak tersebut sedang mengalami radang tenggorokan. Sebagian orang awam mengira “radang” biasanya hanya dikaitkan dengan tenggorokan, karena adanya infeksi yakni penyakit akibat serangan kuman. Padahal radang juga bisa terjadi pada bagian tubuh manapun, dan penyebab radang itu bermacam-macam bukan karena infeksi saja bisa juga karena luka jatuh, tersiram air panas, atau sebagainya. Pertanyaan berikutnya yakni mengenai ukuran amandelnya, apakah jika sudah membesar perlu diangkat atau dioperasi?

Jika anak mengalami demam, batuk dan pilek, besar kemungkinan anak tersebut sedang mengalami selesma atau radang saluran nafas atas yang dimulai dari hidung, rongga sinus, sampai tenggorokan akibat dari infeksi virus. Radang infeksi merupakan reaksi jaringan yang sedang mengalami kerusakan akibat pertempuran antara kuman dengan mekanisme pertahanan tubuh. Selesma atau rinofaringitis (bahasa medisnya) sering keliru disebut dengan istilah flu atau ifluenza salah satu virus dari ratusan virus yang bisa menyebabkan selesma. Apabila dokter tidak secara khusus memeriksa virus penyebab common cold maka kita tidak bisa mendiagnosis sebagai flu atau influenza, dan didiagnosis sebagai rinofaringitis atau selesma.

radang-amandel-pada-anakAmandel besar pada anak – Tenggorokan ini merupakan pintu gerbang masuk saluran napas dan saluran makan. Pintu gerbang tersebut dikawal oleh sistem perlawanan yang disebut organ limfoid. Ada 4 organ limfoid diantara hidung mulut dan tenggorokan, tapi yang paling pening ada dua yakni amandel dan adenoid. Amandel atau tonsil platina terletak diantara hidung dan tenggorokan, di kanan kiri ujung belakang rongga mulut, yang bisa dilihat jika anak membuka mulut lebar sambil menjulurkan lidahnya. Sedangkan adenoid berada diatas amandel, terletak di langit-langit belakang hidung, sehingga tidak bisa dilihat tanpa alat khusus. Pola pertumbuhan berbagai sistem organ pada anak berbeda-beda kecepatannya. Sistem saraf paling cepat perkembangannya, sedangkan sistem reproduksi paling lambat. Sistem limfoid (termasuk amandel) berada dipertengahan, dan mengalami perkembangan pesat ketika anak berusia 5-15 tahun dengan puncak sekitar usia 10 tahun. Pada usia tersebut ukuran normal amandel pada anak bisa mencapai dua kali ukuran dewasa. Dengan demikian, ukuran amandel yang besar pada anak merupakan hal yang normal.

Jika seorang anak sedang selesma, amandelnya akan ikut meradang. Suatu organ jika sedang meradang maka akan terlihat merah, nyeri dan bengkak sehingga akan lebih terlihat membesar. Dan hal itu bersifat sementara. Jika radang sudah mereda, maka organ tersebut akan kembali normal. Anak sehat bisa mengalami selesma hingga 6x pertahun. Dengan demikian jika seorang anak mengalami selesma setiap 2-3 bulan sekali, maka itu masih bisa dikatakan wajar dan normal. Ada beberapa alasan amandel perlu dioperasi. Ukuran amandel yang besar pada anak tidak menjadi alasan perlunya untuk dioperasi. Dari sekian banyak alasan, ada dua alasan tersering dan terpenting. Yang pertama ialah jika sudah timbul gangguan napas ketika tidur yang disebut OSAS (Obstructive sleep apnea syndrome), dan yang kedua ialah jika amandel dan tenggorokan sering mengalami radang khusus akibat kuman streptokokus.

Baca Juga >> Penyakit Amandel Pada Anak

Penderita diduga mengalami OSAS ini jika sering mendengkur ketika tidur, lebih dari 3 hari dalam seminggu tidurnya mendengkur. Biasanya ada gejala henti napas ketika tidur yang diikuti gelagapan seperti hendak terbangun, tapi kemudian penderita tidur lagi. Gejala lain yang menyertai ialah gejala mengantuk berat siang hari dan gangguan prestasi belajar pada anak sekolah. Untuk memastikan adanya diagnosis OSAS perlu pemeriksaan khusus yang disebut polisomnografi (PSG). Alasan kedua ialah radang amandel dan tenggorokan karena kuman streptokokus yang berulang terjadi. Radang ini harus dibedakan dengan selesma atau common cold yang seperti namanya memang sering terjadi. Radang amandel ini memberikan gejala yang lebih berat, demam tinggi dengan nyeri tenggorokkan berat, tanpa gejala batuk, dan amandel terlihat sangat merah, lalu di permukaan amandel terlihat bercak-bercak putih. Disebut sering jika terjadi sampai 7x atau lebih dalam 1 tahun terakhir, atau 5x pertahun dalam 2 tahun berturut-turut, atau 3x pertahun dalam 3 tahun berturut turut.

Dari uraian diatas terlihat bahwa untuk melakukan operasi amandel diperlukan alasan yang kuat. Ukuran amandel yang besar tanpa gangguan fungsi napas tidak menjadi alasan operasi. Batuk pilek biasa atau salesma meskipun jarang terjadi berulang juga bukan alasan untuk operasi. Pada anak kelompok usia lebih muda, alasan yang lebih sering ialah karena OSAS sedangkan pada kelompok usia lebih tua alasan tersering ialah tonsilo-faringitis. Semoga Bermanfaat:))

Inilah Macam-Macam Terapi Untuk Anak Penderita Autis

Kesehatan Anak – Meskipun sampai saat ini belum ada cara untuk menyembuhkan penyakit autisme dengan pasti. Tapi gejala dan kondisi autisme pada anak bisa menjadi lebih baik dengan melakukan penanganan sedini mungkin, melakukan terapi, dan pengobatan autisme yang tepat.

terapi-anak-autis

Terapi Autisme Pada Anak pada dasarnya perlu diberikan untuk membangun kondisi yang lebih baik. Terapi juga harus rutin dilakukan agar apa yang menjadi kekurangan anak bisa dipenuhi secara bertahap Terapi juga harus diberikan sedini mungkin sebelum anak berusia 5 tahun. Karena perkembangan pesat otak anak pada umumnya terjadi pada usia sebelum 5 tahun, tepat puncaknya pada usia 2-3 tahun. Beberapa terapi untuk anak autis yang ditawarkan oleh para ahli diantaranya:

Terapi Okupasi
Terapi okupasi ini bermanfaat untuk melatih otot-otot halus anak. Menurut penelitian, hampir semua kasus anak autis memiliki keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Gerak-geriknya sangat kaku dan kasar, mereka kesulitan untuk memegang benda dengan cara yang benar, kesulitan untuk memegang sendok dan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Dengan terapi ini anak akan dilatih untuk membuat semua otot dalam tubuhnya berfungsi dengan tepat.

Terapi Biomedik
Terapi biomedik ini dikembangkan oleh kelompok dokter yang tergabung dalam Defeat Autism Now. Pada terapi ini difokuskan pada pembersihan fungsi-fungsi abnormal pada otak. Dengan terapi ini diharapkan fungsi susunan saraf pusat bisa bekerja lebih baik sehingga gejala autisme berkurang dan bahkan menghilang. Obat-obatan juga bisa digunakan sebagai penyandang autism, tapi harus dengan pengawasan dokter spesialis yang lebih memahami dan mempelajai autism. Terapi biomedik ini melengkapi terapi lainnya dengan memperbaiki dari dalam (biomedis) dan juga didukung oleh terapi dari dalam dan luar diri agar mengalami kemajuan yang cukup baik.

Terapi Integrasi Sensoris
Terapi ini bermanfaat untuk meningkatkan kematangan susunan saraf pusat, sehingga lebih mampu untuk memperbaik struktur dan fungsinya. Aktivitas ini merangsang koneksi sinaptik yang lebih kompleks, dengan demikian bisa meningkatkan kapasitas untuk belajar.

Terapi Perilaku
Terapi ini memfokuskan penanganan pada pemberian reinforcement positif setiap kali anak berespons benar sesuai dengan intruksi yang diberikan. Tidak ada punishment dalam terapi ini, akan tetapi jika anak menjawab salah akan mendapatkan reinforcement positif yang ia sukai. Terapi ini digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan anak pada aturan. Dari hasil terapi ini didapatkan signifikan jika mampu diterapkan secara intensif.

Terapi Bermain
Terapi bermain merupakan pemanfaatan pola permainan sebagai media yang efektif dan terapis, melalui kebebasan eksplorasi dan ekpresi diri. Pada terapi ini, terapis bermain menggunakan kekuatan terapiutik permainan untuk membantu klien menyelesaikan kesulitan-kesulitan psikososial dan mencapai pertumbuhan, perkembangan yang optimal.

Terapi Fisik
Beberapa penderita autism mempunyai gangguan perkembangan dalam motorik kasarnya. Kadang tonus ototnya lembek sehingga jalannya kurang kuat. Keseimbangan tubuhnya juga kurang bagus. Fisioterapi dan terapi integrasi sensoris akan sangat banyak menolong untuk menguatkan otot-otot dan memperbaiki keseimbangan tubuh anak.

Terapi Wicara
Hampir semua anak dengan autism memiliki kesulitan dalam berbicara dan berbahasa. Kadang-kadang bicaranya cukup berkembang tapi mereka tidak mampu untuk memakai kemampuan bicaranya untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan orang lain.

Terapi Musik
Terapi musik menurut Canadian Association for Music Therapy (2002) merupakan penggunaan music untuk membantu integrasi fisik, psikologis, dan emosi individu juga untuk treatment penyakit atau ketidakmampuan. Sedangkan menurut American Music Therapy Association (2002) terapi musik merupakan semacam terapi yang menggunakan music yang bersifat terapiutik guna untuk meningkatkan fungsi perilaku, social, psikologis, komunikasi, fisik, sensorik motorik dan kognitif.

Terapi Melalui makanan
Terapi melalui makanan ini diberikan untuk anak-anak dengan masalah alergi makanan tertentu. Di sisi lain, ada beberapa makanan yang mengandung zat yang bisa memperberat gejala autis pada anak. Dalam terapi ini diberikan solusi tepat bagi para orang tua untuk menyiasati menu yang cocok dan sesuai bagi putra-putriinya sesuai dengan petunjuk ahli mengenai gizi makanan.

Terapi Visual
Individu autistic lebih mudah belajar dengan melihat. Hal inilah yang kemudian dipakai untuk mengembangkan metode belajar berkomunikasi melalui gambar-gambar. Beberapa video games bisa juga dipakai untuk mengembangkan keterampilan komunikasi.

Terapi perkembangan
Terapi ini didasari oleh adanya keadaan bahwa anak penderita autis melewatkan atau kurang sedikit bahkan banyak sekali kemampuan bersosialisasi. Yang termasuk terapi perkembangan seperti Floortime, dilakukan oleh orang tua untuk membantu melakukan interaksi dan kemampuan berbicara.

Terapi Medikamentosa
Atau disebut juga dengan terapi obat-obatan. Terapi ini dilakukan dengan pemberian obat-obatan oleh dokter yang berwenang. Para penderita jangan sembarang diberi obat, tapi obat harus diberikan jika muncul indikasi kuat. Gejala yang sebaiknya dihilangkan dengan obat seperti hiperaktivitas yang hebat, menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain (agresif), merusak (destruktif), dan gangguan tidur.

Gejala Dan Ciri-Ciri Anak Dengan Penyakit Autisme

Penyakit anakPenyakit Austime Pada Anak atau Autism Spectrum Disorser (ASD)  merupakan salah satu gangguan pada perkembangan syaraf anak. ASD sendiri bukan hanya autism, tapi juga sindrom heller, sindrom asperger, dan gangguan pada perkembangan pervasif (PPD-NOS). Gangguan ini mempengaruhi kemampuan berinteraksi, bersosialisasi dan cara berkomunikasi pada anak. ASD sendiri merupakan keadaan yang tidak bisa disembuhkan. Sehingga gejalanya yang harus diketahui sejak dini.

gejala-dan-ciri-anak-autismeMeskipun penyakit ini tidak bisa disembuhkan, namun ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk membuat penderita autisme bisa menyesuaikan dirinya ketika berada di lingkungan, serta mampu berkomunikasi dengan baik. Menurut penelitian, ada sekitar 2.4 orang di Indonesia yang menderita autisme, yang artinya ada satu penderita autisme dari setiap 100 kelahiran bayi di Indonesia.

Penyebab autisme secara pasti belum diketahui. Tapi, ada beberapa macam yang menjadi penyebabnya, salah satunya karena pengaruh genetika dan lingkungan. Dalam beberapa kasus, seorang anak bisa menderita autisme karena faktor penyakit tertentu. Mempunyai garis keturunan penderita autisme juga bisa menjadi penyebab anak keturunannya menjadi penderita autisme.

Selain itu, Ibu hamil yang mengkonsumsi alkohol juga bisa meningkatkan resiko anaknya lahir dengan menderita penyakit autisme anak. Kelahiran prematur, khususnya kelahiran pada kehamilan 26 atau kurang juga berpengaruh pada perkembangan syaraf anak. Dan jika dibandingkan dengan wanita, pria mempunyai resiko 4x lebih besar untuk menjadi penderita autism.

Gejala anak yang menderita autism biasanya baru akan terlihat setelah anak berusia 3 tahun. Gejala penderita autism ini terbagi ke dalam dua kategori yakni:

Kategori gangguan pada komunikasi dan interaksi social, Pada kategori ini anak akan mempunyai masalah pada penggunaan bahasa verbal dan nonverbal. Jika penderita autism bisa berbicara, ia kurang menggunakannya ketika berkomunikasi. Penderita autism juga sering menggunakan bahasa yang tidak dimengerti orang lain.

Untuk interaksi social, penderita autism tidak bisa merasakan empati terhadap orang lain, dan juga tidak bisa bermain dengan teman sebayanya. Itu bisa terjadi karena kurangnya kemampuan mereka mengendalikan diri, berimajinasi, dan kurang bisa mengontrol ekspresi mereka.

Kategori gangguan pola piker, minat atau keinginan dan perilaku yang dilakukan sangat terbatas. Biasanya kegiatan yang dilakukan hanya satu jenis dan dilakukan secara terpaku. Penderita autism juga sering melakukan gerakan berulang seperti meremas dan memukul.

gejala-dan-tanda-anak-autisPenderita autism ini bisa juga mempunyai masalah dengan cara belajar dan masalah pada gangguan kejiwaan yang lainnya. Seperti gangguan pada rasa cemas, gangguan hiperaktif dan juga depresi.

Melihat ciri-ciri anak autisme bisa dikatakan sulit, karena biasanya baru akan terlihat jelas setelah usia 3 tahun. Tapi orang tua yang cermat bisa melihat tanda-tanda autisme bahkan sebelum anak memasuki usia ke-3. Beberapa anak mungkin akan bertumbuh secara normal sampai usia 18-24 bulan kemudian berhenti mengembangkan atau kehilangan sejumlah kemampuan norma. Tanda-tanda awal dari autisme seperti:

  • Melakukan gerakan yang sama berulang-ulang kali (contohnya bergoyang atau berputar)
  • Menghindari kontak mata atau sentuhan fisik
  • Lambat dalam belajar berbicara
  • Mengulangi kata-kata atau kalimat yang sama
  • Marah karena hal-hal sepele

Perlu diingat!!! Ciri-ciri anak autisme di atas bisa juga dialami oleh anak normal yang tidak mempunyai autisme.

Ciri-ciri Anak Autis

Tahun Pertama – Orang tua juga bisa melihat ciri-ciri autis pada anak ditahun pertama seperti :

  1. Tidak bereaksi pada  suara ibunya
  2. Tidak merespon ketika dipanggil namanya
  3. Tidak melihat mata orang lain
  4. Tidak mengoceh atau menunjuk-nunjuk benda seperti bayi pada umumnya
  5. Tidak tersenyum atau merespon ketika diajak berinteraksi

Tahun Kedua – Ciri-ciri anak autis ini akan lebih terlihat jelas pada tahun kedua. Ciri-cirinya seperti:

  • Tidak menguasai kata apapun sampai usia 16 bulan
  • Tidak bermain pura-pura seperti anak kebanyakan sampai usia 18 bulan
  • Kehilangan kemampuan berbahasa
  • Tidak bereaksi ketika orang dewasa menunjukkan sesuatu

Bayi atau anak-anak yang normal juga bisa menunjukkan tanda-tanda seperti diatas. Tapi jika anda merasa khawatir, Ada baiknya untuk segera memeriksakannya ke dokter. Banyak juga ciri-ciri anak autis yang tidak terlihat jelas sampai anak tersebut masuk sekolah. Bisa jadi mereka mendapatkan bantuan yang dibutuhkan untuk memperbaiki kemampuan otaknya, mendapatkan perawatan dini, khususnya sebelum usia 3 tahun, bisa secara signifikan memperbaiki perkembangan anak. Semoga Bermanfaat 🙂

Ketahui Cara Awal Mendiagnosis Gejala Asma Pada Anak

Kesehatan anak – Asma merupakan peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran nafas yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang. Selain itu, jangan pernah meremehkan penyakit ini, karena bisa menyerang siapa saja, tidak mengenal usia. Yang berarti tidak terkecuali terjadi pada anak-anak. Untuk itu, penting bagi para orang tua mendiagnosis asma ketika anak-anak untuk memastikan perawatan yang tepat. Jika anda belum mengetahui bagaimana cara mendiagnosis asma pada anak, simak dibawah ini:

cara-mendiagnosis-gejala-asma-pada-anak

Pemeriksaan fisik
Ketika anak mengalami batuk dan kesulitan untuk bernafas di malam hari, sebaiknya anda sebagai orang tua harus segera berkonsultasi dengan dokter. Munculnya suara bersiul ketika bernafas bisa merupakan temuan umum asma. Melalui pemeriksaan, dokter akan memahami keparahan penyakit. Ini merupakan salah satu cara terbaik untuk mendiagnosis asma pada anak.

Gejala non-musiman
Alergi pollen umumnya keliru untuk asma. Sementara gejala serbuk sari terjadi musiman pada masa mekar dari setiap bunga tertentu. Perhatikan gejala yang sangat erta dan hati-hati untuk membuat diagnosis dini.

Sering melakukan infeksi saluran pernafasan
Infeksi pernafasan sering dianggap sebagai faktor resiko untuk pengembangan asma. Infeksi dan radang akan membuat jalan nafas tersumbat, menyebabkan anak kesulitan bernafas. Jadi, jika anak anda mengalami gejala demikian dan bersamaan dengan kseulitan bernafas, anda bisa mendiagnosis anak menderita asma.

Tes spirometri
Dengan spirometri, paru-paru anak diperiksa secara menyeluruh untuk menentukan kapasitas paru-paru. Ini merupakan metode analisis pernafasan yang bisa dilakukan untuk anak-anak di atas usia 5 tahun. Melalu tes ini, dokter bisa mendiagnosis asma dengan benar.

Baca Juga : Pengobatan Alami Asma Pada Anak

Dihembuskan oksida nitrat
Dengan dihembuskan uji oksida nitrat, anda bisa menemukan apakah anak mempunyai peradangan saluran nafas. Sebuah bagian mulut disimpan dan anak harus bernafas ke dalamnya. Nafas dihembuskan dan dikumpulkan kemudian diuji untuk tingkat oksida nitrat. Ini merupakan salah satu cara untuk mendiagnosis asma pada balita.

X-ray dada
Salah satu yang paling mudah dan sederhana untuk cara awal mendiagnosis asma pada anak ialah dengan mengambil x-ray dada. Hal ini bisa dilakukan oleh anak-anak dan orang dewasa. Untuk anak-anak diatas 5 tahum, dada x-ray merupakan metode diagnostis yang mudah dan bisa diandalkan untuk mendeteksi asma.

Itulah mungkin beberapa cara untuk mendiagnosa asma awal pada anak. Jika anda memiliki riwayat keluarga asma, maka kemungkinan lebih anak-anak anda juga bisa sama mengalami masalah asma. Jadi, perhatikan gejala awal asma pada anak-anak anda dan bantulah mereka untuk menjalani hidup yang lebih sehat. Semoga Bermanfaat:))

Kenali Jenis Penyakit Anak Yang Disebabkan Oleh Jamur

jenis penyakit anak yang disebabkan oleh jamur

Penyakit Anak | Jenis Penyakit Anak Yang Disebabkan Oleh Jamur – Ada beberapa jamur yang biasa tumbuh di sekitar rumah seperti jamur yang tumbuh di lemari kayu, dinding, dan buku yang lembab termasuk jamur yang tumbuh pada makanan kadaluarsa, yang kadang kala bisa memicu gangguan medis termasuk bagi anak. Beberapa jenis jamur tersebut bisa memproduksi allergen yakni suatu komponen yang bisa memicu reaksi alergi bagi si kecil yang sensitif terhadap jamur.

Reaksi alergi adalah gangguan kesehatan yang paling umum dari jamur. Gejala-gejala alergi tersebut bisa nampak langsung atau beberapa saat setelah terjadi kontak dengan jamur baik itu secara langsung ataupun secara tidak langsung melalui udara.

Gejala Alergi Jamur Pada Anak

Gejala alergi jamur pada anak bisa ditandai dengan hidung yang berair, bersin-bersin, batuk, sesak nafas, mata merah dan berair, kulit yang kemerahan, dan gatal-gatal. Bagi beberapa orang yang mengidap asma dan sensitif dengan jamur, maka kontan dengan bagian jamur bisa memicu serangan asma. Bahkan pada beberapa kasus, gangguan kesehatan karena jamur tertentu tidak hanya dialami oleh mereka yang sensitif terhadap jamur.

Beberapa jenis jamur juga bisa menyebabkan iritasi pada bagian mata, kulit, dan saluran pernafasan. Seperti contohnya jamur hitam ‘Stachybotrys’ yang bisa memproduksi racun yang sering disebut ‘mycotoxins’ dan bisa menyebabkan iritasi terutama pada bagian kulit dan saluran pernafasan.

Bahaya Jamur Bagi Kesehatan anak

Dalam beberapa kasus, anak yang sensitif bisa mengalami kondisi alergi jamur yang akut. Gejala yang biasa terlihat diantaranya adalah demam tinggi dan sulit bernafas. Anak yang memiliki gangguan sistem kekebalan atau yang mengidap penyakit paru-paru akut akan beresiko terkena infeksi jamur pada organ paru-parunya.

Para ahli kesehatan pun mengatakan bahwa sangat sulit untuk memprediksi seberapa parah dampak yang disebabkan oleh serangan jamur pada anak. Untuk itu, sangat disarankan agar orang tua selalu berupaya untuk menjaga kondisi lingkungan tempat tinggal si kecil untuk selalu bersih dan terbebas dari jamur nakal.

Hal Yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegah Serangan Jamur

  • Pastikan rutin dalam membersihkan bagian-bagian rumah, terutama daerah yang kurang terkena sinar matahari. Keringkan bagian lemari atau buku yang terkena percikan air di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering.
  • Pastikan orang tua membuang makanan yang sudah kadaluarsa atau sudah tidak layak dimakan untuk menghindari tumbuhnya jamur pada makanan tersebut.
  • Bersihkan lemari es secara berkala terutama pada bagian cooler. Jangan dikira kalau jamur tidak bisa tumbuh di lemari es, beberapa jenis jamur bahkan bisa tumbuh subur di beberapa bagian lemari es.
  • Gunakan alkohol 70% atau cairan pemutih untuk membersihkan bagian furniture yang mulai ditumbuhi jamur. Basahi lap dengan alkohol atau cairan pemutih tersebut, peras agar tidak terlalu basah, kemudian lap ke bagian-bagian tersebut. Pastikan agar daerah yang di lap kering sempurna.
  • Jika jamur tersebut tumbuh di dinding, sebaiknya lakukan pengecatan ulang dengan cat anti jamur yang banyak di pasaran. Pastikan untuk membersihkan tembok yang ditumbuhi jamur sebelum melakukan pengecatan.
  • Selalu gunakan masker saat membersihkan jamur, spora-spora jamur bisa dengan mudah terbang di udara dan terhisap masuk ke saluran pernafasan.

Jika Si Kecil Terkena Jamur?

Alergi bukanlah penyakit melainkan reaksi tubuh terhadap suatu benda asing yang dalam hal ini merupakan jamur. Jika si kecil mengalami gejala-gejala alergi setelah kontak dengan jamur, pastikan si kecil jauh dari penyebab jamur, pada kasus ringan, gejala tersebut akan hilang ketika si kecil di jauhkan dari sumber penyebab alergi. Dan jika si kecil mengalami gejala alergi akut, segera bawa dia ke dokter untuk mendapat diagnosa dan penanganan yang tepat. Semoga Bermanfaat:))

Hal Yang Bisa Dilakukan Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Obat anak kecil | Ada satu cara agar buah hati bisa terlindungi dari ancaman virus dan kuman di setiap harinya, yakni dengan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Menurut seorang profesor pediatrik dari Universitas Maryland, Charles Shubin menyatakan sakit pada usia anak-anak sebenarnya merupakan bagian dari melatih daya tahan tubuh.

Karena kita lahir ke dunia dengan sistem kekebalan tubuh yang belum berpengalaman. Dengan perlahan, kemampuan imunitas tubuh dalam melawan kuman, virus dan organisme lain, akan bertambah. Itu sebabnya, semua dokter anak menyebutkan anak yang mengalami sakit sampai 8x dalam satu tahun, karena flu, pilek, atau infeksi telinga merupakan hal yang normal-normal saja. Tapi meskipun demikian, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak. Simak di bawah ini:

Hal Yang Bisa Dilakukan Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

daya-tahan-tubuh-anak

Memberikan anak ASI
Cara pertama yang bisa dilakukan sebagai cara meningkatkan daya tahan tubuh anak yakni dengan memberikan anak ASI. Air susu ibu ini mengandung komponen yang bisa meningkatkan antibodi dan sel darah putih. Menyusui dari sejak bayi lahir bisa mencegah infeksi telinga, alergi, diare, pneumonia, meningitis, dan sindrom kematian mendadak. Kolostrum atau cairan encer yang berwarna kuning yang keluar ketika menyusui setelah beberapa hari persalinan, mengandung zat yang bisa melawan penyakit yang sangat kuat.

Mengkonsumsi Sayur dan buah
sayur dan buah mengandung nutrisi seperti vitamin C yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh seseorang. Nutrisi tersebut meningkatkan produksi sel darah putih dan interferon yang bisa melawan virus. Selain itu juga, konsumsi sayur dan buah secara teratur untuk melindungi penyakit kronik di usia dewasa nanti.

Biasakan hidup sehat
Melindungi diri dari kuman secara teknik memang tidak bisa meningkatkan imunitas, tapi bisa mengurangi stress ada sistem imun tubuh anak. Ajarkan anak untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum atau sesudah makan, bermain, memegang hewan, atau setelah memakai toilet.

Harus cukup tidur
Sama seperti orang dewasa, anak-anak yang kurang tidur akan lebih mudah tertular penyakit. Bayi baru lahir biasa memerlukan waktu tidur 18 jam sehari, sedangkan balita memerlukan 12-13 jam setiap harinya, dan untuk anak prasekolah memerlukan waktu tidur 10 jam setiap harinya. Jika anak tidak memiliki kebiasaaan tidur siang, maka majukan tidur pada malam untuk lebih awal.

Lakukan olahraga bersama
Berolahraga secara teratur bisa meningkatkan sel pembunuh kuman alami dalam tubuh. Nah untuk memudahkan anak menyukai olahraga, aja buah hati kita melakukan kegiatan olahraga secara bersama-sama dan pastinya dengan kegiatan yang menyenangkan seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang yang bisa dilakukan secara bersama-sama dengan anggota keluarga.

Jauhkan anak dari asap rokok
Jika di rumah anda ada yang merokok, mintalah untuk berhenti merokok. Rokok ini mengandung lebih dari 4000 toksin yang bisa mengiritasi atau membunuh sel dalam tubuh. Anak-anak juga lebih rentan pada efek yang ditimbulkan dari asap rokok karena mereka bernafas lebih kuat dan sistem detoksifikasi dalam tubuhnya belum berkembang dengan sempurna.

Tidak desak dokter anak
Mendesak dokter anak agar meresepkan antibiotik ketika si kecil mengalami flu atau radang tenggorokkan, merupakan hal yang tidak baik. Karena antibiotik seharusnya dipakai untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri, dan padahal kebanyakan penyakit yang diderita anak disebabkan oleh virus.

Mengobati Penyakit Meningitis Pada Anak Secara Tradisional

Obat Anak Kecil | Cara Mengobati Meningitis Secara Tradisional tentunya menjadi pilihan bagi banyak orang, karena tidak selalu memberikan efek samping dan tentunya aman untuk tubuh si kecil. Penyakit meningitis merupakan infeksi pada selaput yang melindungi otak dan saraf tulang belakang, dan selaput tersebut dikenal dengan meninges. Infeksi bakteri atau virus pada meninges ini bisa menyebabkan selaput menjadi bengkak dan meradang. Kondisi ini tentunya akan sangat berbahaya sehingga harus mendapatkan penanganan yang tepat.

cara mengobati meningitis pada anak

Penyakit meningitis ini merupakan penyakit yang serius yang menyebabkan kerusakan pada sistem saraf dan otak, dan pada akhirnya bisa mengakibatkan kematian. Penyakit ini bisa menyerang pada semua usia bahkan secara tiba-tiba. Penyebabnya karena infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau Neisseria meningitidis, dan juga bisa disebabkan karena infeksi virus, jamur, kanker, parasit, atau penggunaan obat-obatan tertentu yang masuk ke dalam darah dan cairan otak. Virus ini bisa menyebar dan menular melalui batuk, lingkungan yang kotor, atau sisa makanan yang membusuk di lubang gigi.

Cara Mengobati Penyakit Meningitis Pada Anak Secara Tradisional

cara mengobati meningitis pada anak secara tradisional

Secara medis, penyakit meningitis pada anak ini bisa dilakukan pengobatan yakni dengan menjalani rawat inap rumah sakit yang tentunya dengan biaya yang sangat mahal. Dan dokter juga biasanya memberikan antibiotik ceftriaxone, yang bisa memberikan dampak buruk bagi tubuh. Umumnya, antibiotik memang bermanfaat untuk melawan virus dan bakteri. Tapi terkadang mikroorganisme menjadi akan lebih kebal karena penggunaan antibiotik. Di bawah ini ada beberapa cara mengobati meningitis pada anak:

Istirahat total
Penderita meningitis sangat dianjurkan untuk istirahat secara total, dan tidak boleh melakukan aktivitas berat. Pengobatan tahap awal ini ditujukan untuk meredakan gejala meningitis seperti sakit kepala.

Mandi dengan air hangat
Pengobatan yang kedua, penderita dianjurkan untuk mandi sebelum tidur pada air hangat sekitar 35 derajat celcius. Penderita juga disarankan untuk berendam pada air hangat tersebut selama 45 menit. Sebelum mandi, kompres kepala dan dahi pasien dengan kain dingin.

Minum jus buah
Biasanya pada pengobatan awal, penderita diberikan larutan oralit dengan menggunakan air hangat untuk diminum dan kemudian penderita sebaiknya diberikan jus buah untuk meningkatkan daya tahan tubuh, energi dan juga untuk mencegah terjadinya dehidarasi.

Mengkonsumsi chlorella
Jenis ganggang hijau ini kaya akan klorofil yang bermanfaat untuk meningkatkan distribusi oksigen ke darah dan membantu dalam pembentukan sel darah merah. chlorella ini memiliki kandungan lebih dari 20 vitamin dan mineral yang mudah diserap dan dicerna oleh tubuh. Makanan sehat ini tentunya sangat efektif dalam pemulihan meningitis dan dijadikan sebagai obat tradisional meningitis pada anak.

Susu kedelai
Cara mengobati meningitis pada anak secara tradisional yang selanjutnya yakni dengan susu kedelai dan madu yang sangat membantu dalam proses penyembuhannya. Campur satu cangkir susu kedelai dengan dua sendok makan madu, dan minum pada pagi hari. Campuran ini dipercaya mempunyai sifat kuratif dan penyembuhan pada menigitis.

Air kelapa
Air kelapa ini mempunyai sifat anti inflamasi, anti virus, dan anti bakteri yang membantu dalam proses penyembuhan penyakit meningitis pada anak. Air kelapa mampu mengganti energi yang hilang juga stamina tubuh. Air kelapa ini juga bermanfaat untuk mencegah dehidrasi karena hilangnya cairan tubuh atau karena muntah-muntah.

Bawang putih
Obat tradisional meningitis selanjutnya yakni dengan bawang putih yang cukup efektif untuk digunakan. Rempah-rempah ini memiliki sifat antibakteri dan antivirus, cara penggunaannya dengan memakan 3 siung bawang putih setiap pagi saat perut masih kosong.

Jahe
Jus buah yang dicampur dengan jahe bisa membantu dalam proses penyembuhan meningitis. Caranya dengan mencampurkan sari jahe dengan jus buah. Minum campuram ini 3x sehari selama satu bulan. Jahe ini bisa membantu melawan infeksi virus yang berbahaya.

Jus jeruk dan bit
Dengan meminum jus jeruk dengan air hangat, akan memberikan tambahan energi bagi penderita dan juga meningkatkan daya tahan tubuh anda. Demikian juga jus buah bit yang bermanfaat untuk membangun daya tahan tubuh, sehingga bisa mempercepat proses pemulihan.

Itulah beberapa cara mengobati meningitis secara tradisional yang bisa dilakukan. Harap diperhatikan, semua cara diatas ini bisa membantu, tetapi anda harus tetap berkonsultasi dengan dokter. Semoga Bermanfaat:))

Mengenal dan Mewaspadai Penyakit Meningitis Pada Anak

penyakit-meningitis-pada-anak

Jenis Penyakit Anak | Penyakit anak meningitis merupakan penyakit yang bisa dikatakan mematikan dan masih misterius. Meningitis ini terjadi pada membran pelindung yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang. Infeksi tersebut bisa menyebabkan membran pelindung yang disebut meninges mengalami peradangan yang bisa merusak saraf dan otak. Tidak berbeda dengan penyakit lainnya, penyakit meningitis pun bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, sampai orang dewasa.

Dibawah ini ada gejala meningitis pada anak, bayi atau balita seperti:

  • Sering menangis (rewel), tidak mau digendong
  • Kulitnya pucat dan ada bercak pudar dengan ruam kemerahan yang tidak hilang
  • Demam yang tinggi dengan telapak tangan dan kaki dingin
  • Leher yang terasa kaku dan sensitif terhadap sinar terang
  • Muncul benjolan kecil di bagian atas kepala yang lunak atau padat biasa disebut sebagai fontanelle
  • Anak sering menangis dengan suara yang tinggi dan mengerang
  • Mudah mengantuk dan responsif
  • Anak mengalami kejang
  • Anak bernafas cepat

Pada umumnya, gejala tersebut akan muncul secara bergantian atau bahkan tidak muncul sama sekali. Tapi jika anak yang memiliki kulit warna gelap, ruam yang muncul biasanya tidak akan terlihat. Pada anak-anak jangan menunggu sampai munculnya ruam untuk melakukan pengobatan. Jika perlu segera berikan pengobatan yang dibutuhkan anak untuk menghindari kondisi lebih buruk lagi atau sampai sulit untuk disembuhkan dan akhirnya mematikan.

waspada-penyakit-meningitis-pada-anak

Tipe Penyakit Meningitis

1. Meningitis akibat infeksi bakteri
Tipe ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis Neisseria meningitides atau Streptococcus pneumonia yang melalui kontak fisik dekat. Meningitis tipe ini merupakan bentuk infeksi meningitis yang serius dan harus segera ditangani oleh tim medis sebagai kondisi yang darurat. Karena jika terus dibiarkan bisa mengakibatkan kerusakan otak dan keracunan darah atau septicamia. Untuk mencegah penularan dari penyakit meningitis ini diperlukan vaksin meningitis C, vaksin MMR dan vaksin pneumococcal. Banyak penderita yang mengalami penyakit meningitis tipe ini yakni anak yang berusia dibawah lima tahun, khususnya bayi dibawah usia satu tahun, dan remaja usia 15-19 tahun.

2. Meningitis akibat virus
Meningitis akibat ini menular karena virus dari batuk, bersin, atau kebersihan yang kurang dijaga.

Usia yang paling rentan terserang penyakit ini ialah anak-anak dan seringkali ditularkan pada musim panas. Dan jika sudah menyadari bahwa itu meningitis, jangan menunggu sampai ruam tersebut terlihat keunguan. Karena tidak semua anak mengalami ruam. Karena tidak semua anak mengalami ruam. Apabila dicurigai mengidap meningitis, maka jangan lagi menunda perawatan dan harus segera mulai lakukan pemeriksaan sebelum didiagnosis positif mengingat bahayanya penyakit ini.

Untuk mengetahui keberadaan penyakit ini, bisa dengan melakukan tes kecil dengan menggunakan kaca yang ditempelkan pada kulit. Jika ruam pada kulit tidak memudar berarti ruam tersebut merupakan bagian dari adanya meningococcal septicamia. Ruam yang muncul ini akan terlihat seperti bekas tusukkan jarum yang berkumpul kemudian berubah seperti memar. Jika ditekan ruam tidak hilang, tanda inilah yang merupakan kondisi darurat yang harus segera diperiksakan ke dokter.

Untuk meningitis akibat virus, kondisi akan membaik dalam jangka waktu dua minggu, dengan banyak beristirahat, konsumsi obat penghilang rasa sakit kepala dan obat anti mual. Sementara untuk meningitis akibat bakteri perlu dirawat dengan antibiotik yang dialiri melalui infus yang dimasukkan ke pembuluh nadi pada lengan. Penderita ini perlu dirawat inap di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang intensif dan pengawasan medis ketat.

Penyebab kematian akibat meningitis ini kebanyakan karena keracunan darah atau septicaemia dan tidak lagi karena meningitis. Penyakit meningococcal ini bisa menimbulkan komplikasi seperti hilangnya pendengaran setelah mengidap meningitis bakteri. Memberikan vaksin merupakan cara yang paling tepat dan ampuh untuk mencegah meningitis.

< Baca Juga : Mengenal Jenis Vaksin Yang Wajib Diberikan Pada Anak >

Penyebab Anak Tetap Kurus Meskipun Banyak Makan

Penyakit anak | Tubuh anak tak kunjung berkembang meskipun ia sudah makan banyak? Ini bisa jadi karena kandungan gizi makanan yang tidak seimbang dan menjadi salah satu penyebab utamanya. Dibawah ini ada beberapa alasan Mengapa Anak Tetap Kurus Meskipun Banyak Makan. Simak selengkapnya…

Penyebab Anak Sering Makan Tapi Tetap Kurus

penyebab anak kurus meskipun banyak makan

1. Anak yang senang memilah milih makanan
Si kecil yang hanya suka dengan lauk yang itu itu saja, bisa jadi ia akan mengalami kekurangan gizi yang lainnya sehingga membuat berat badan anak tidak naik. Cobalah untuk memvariasikan menu makanan, karena pada masa pertumbuhan anak banyak membutuhkan asupan gizi yang tidak hanya datang dari satu jenis makanan saja. Biasakan juga anak untuk mengkonsumsi aneka jenis makanan yang lainnya yang bergizi.

2. Masalah kesehatan
Beberapa kondisi kesehatan juga ikut mempengaruhi kenaikan berat badan anak. Seperti penyakit diare kronis, hati, sampai penyakit pencernaan seperti cacingan yang membuat berat badan anak cenderung stabil. Penyakit kerongkongan juga bisa menghambat kenaikan berat badan anak yang bisa membuat anak tidak menyerap cukup gizi pada makanan.

3. Makan asal banyak
Memberikan makanan yang bergizi sudah menjadi tugas orang tua. Sebagian orang tua mempunyai pandangan mengenai anak yang sedang pada masa pertumbuhan harus diberikan makanan apa saja. Padahal, kalori dan kandungan gizi yang cukup akan membuat berat badan naik. Dan juga banyak orang tua yang mencoba membatasi asupan lemak dalam sajian makanannya. Padahal makanan yang berlemak penting untuk tumbuh kembangnya.

4. Faktor lingkungan
Faktor sosial dan lingkungan anak ternyata ikut berperan membuat anak yang sudah makan banyak tapi tetap kurus. Misalnya, anak yang tidak mempunyai jadwal makan yang jelas. Hal ini bisa membuat anak hanya asal makan tanpa memikirkan gizi yang cukup untuknya. Perasaan marah dan stress sampai frustasi akibat waktu makan juga bisa menimbulkan gangguan makan, karena anak jadi tidak benar dan cenderung asal-asalan.

Baca Juga : Suplemen Penting Yang Wajib Diberikan Untuk Anak Balita dan Bayi

5. Alergi makanan
Beberapa alergi makanan juga turut membuat penyerapan gizi tidak berjalan dengan baik. Seperti hal nya anak yang alergi protein gluten. Sistem kekebalan yang muncul karena protein ini, menyebabkan rusaknya lapisan usus, sehingga tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik. Saat anak alergi protein susu, itu artinya anak tidak bisa menyerap nutrisi lain yang terkandung dalam susu.

Nah, itulah beberapa penyebab anak kurus meskipun banyak makan. Semoga bisa menjadi pelajaran untuk para orang tua dalam menjalankan tugasnya. Semoga Bermanfaat:))