Tag Archives: penyebab autis pada anak

Gejala Dan Ciri-Ciri Anak Dengan Penyakit Autisme

Penyakit anakPenyakit Austime Pada Anak atau Autism Spectrum Disorser (ASD)  merupakan salah satu gangguan pada perkembangan syaraf anak. ASD sendiri bukan hanya autism, tapi juga sindrom heller, sindrom asperger, dan gangguan pada perkembangan pervasif (PPD-NOS). Gangguan ini mempengaruhi kemampuan berinteraksi, bersosialisasi dan cara berkomunikasi pada anak. ASD sendiri merupakan keadaan yang tidak bisa disembuhkan. Sehingga gejalanya yang harus diketahui sejak dini.

gejala-dan-ciri-anak-autismeMeskipun penyakit ini tidak bisa disembuhkan, namun ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk membuat penderita autisme bisa menyesuaikan dirinya ketika berada di lingkungan, serta mampu berkomunikasi dengan baik. Menurut penelitian, ada sekitar 2.4 orang di Indonesia yang menderita autisme, yang artinya ada satu penderita autisme dari setiap 100 kelahiran bayi di Indonesia.

Penyebab autisme secara pasti belum diketahui. Tapi, ada beberapa macam yang menjadi penyebabnya, salah satunya karena pengaruh genetika dan lingkungan. Dalam beberapa kasus, seorang anak bisa menderita autisme karena faktor penyakit tertentu. Mempunyai garis keturunan penderita autisme juga bisa menjadi penyebab anak keturunannya menjadi penderita autisme.

Selain itu, Ibu hamil yang mengkonsumsi alkohol juga bisa meningkatkan resiko anaknya lahir dengan menderita penyakit autisme anak. Kelahiran prematur, khususnya kelahiran pada kehamilan 26 atau kurang juga berpengaruh pada perkembangan syaraf anak. Dan jika dibandingkan dengan wanita, pria mempunyai resiko 4x lebih besar untuk menjadi penderita autism.

Gejala anak yang menderita autism biasanya baru akan terlihat setelah anak berusia 3 tahun. Gejala penderita autism ini terbagi ke dalam dua kategori yakni:

Kategori gangguan pada komunikasi dan interaksi social, Pada kategori ini anak akan mempunyai masalah pada penggunaan bahasa verbal dan nonverbal. Jika penderita autism bisa berbicara, ia kurang menggunakannya ketika berkomunikasi. Penderita autism juga sering menggunakan bahasa yang tidak dimengerti orang lain.

Untuk interaksi social, penderita autism tidak bisa merasakan empati terhadap orang lain, dan juga tidak bisa bermain dengan teman sebayanya. Itu bisa terjadi karena kurangnya kemampuan mereka mengendalikan diri, berimajinasi, dan kurang bisa mengontrol ekspresi mereka.

Kategori gangguan pola piker, minat atau keinginan dan perilaku yang dilakukan sangat terbatas. Biasanya kegiatan yang dilakukan hanya satu jenis dan dilakukan secara terpaku. Penderita autism juga sering melakukan gerakan berulang seperti meremas dan memukul.

gejala-dan-tanda-anak-autisPenderita autism ini bisa juga mempunyai masalah dengan cara belajar dan masalah pada gangguan kejiwaan yang lainnya. Seperti gangguan pada rasa cemas, gangguan hiperaktif dan juga depresi.

Melihat ciri-ciri anak autisme bisa dikatakan sulit, karena biasanya baru akan terlihat jelas setelah usia 3 tahun. Tapi orang tua yang cermat bisa melihat tanda-tanda autisme bahkan sebelum anak memasuki usia ke-3. Beberapa anak mungkin akan bertumbuh secara normal sampai usia 18-24 bulan kemudian berhenti mengembangkan atau kehilangan sejumlah kemampuan norma. Tanda-tanda awal dari autisme seperti:

  • Melakukan gerakan yang sama berulang-ulang kali (contohnya bergoyang atau berputar)
  • Menghindari kontak mata atau sentuhan fisik
  • Lambat dalam belajar berbicara
  • Mengulangi kata-kata atau kalimat yang sama
  • Marah karena hal-hal sepele

Perlu diingat!!! Ciri-ciri anak autisme di atas bisa juga dialami oleh anak normal yang tidak mempunyai autisme.

Ciri-ciri Anak Autis

Tahun Pertama – Orang tua juga bisa melihat ciri-ciri autis pada anak ditahun pertama seperti :

  1. Tidak bereaksi pada  suara ibunya
  2. Tidak merespon ketika dipanggil namanya
  3. Tidak melihat mata orang lain
  4. Tidak mengoceh atau menunjuk-nunjuk benda seperti bayi pada umumnya
  5. Tidak tersenyum atau merespon ketika diajak berinteraksi

Tahun Kedua – Ciri-ciri anak autis ini akan lebih terlihat jelas pada tahun kedua. Ciri-cirinya seperti:

  • Tidak menguasai kata apapun sampai usia 16 bulan
  • Tidak bermain pura-pura seperti anak kebanyakan sampai usia 18 bulan
  • Kehilangan kemampuan berbahasa
  • Tidak bereaksi ketika orang dewasa menunjukkan sesuatu

Bayi atau anak-anak yang normal juga bisa menunjukkan tanda-tanda seperti diatas. Tapi jika anda merasa khawatir, Ada baiknya untuk segera memeriksakannya ke dokter. Banyak juga ciri-ciri anak autis yang tidak terlihat jelas sampai anak tersebut masuk sekolah. Bisa jadi mereka mendapatkan bantuan yang dibutuhkan untuk memperbaiki kemampuan otaknya, mendapatkan perawatan dini, khususnya sebelum usia 3 tahun, bisa secara signifikan memperbaiki perkembangan anak. Semoga Bermanfaat 🙂